JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Pemkab Jember perbarui kontrak kerjasama (MoU) bersama PT Mataram Jaya Nusantara (Fly Jaya) untuk jalur penerbangan Jakarta – Jember PP, di Bandara Notohadinegoro, pada Selasa (31/12/2025).
Kerjasama itu untuk penerbangan tahun 2026, setelah uji coba penerbangan selama tiga bulan, pada akhir tahun 2025.
Kerjasama ini, menurut Bupati Jember Muhammad Fawait, menunjukkan bahwa penerbangan dari Bandara Notohadinegoro, menuju Halim Perdanakusuma Jakarta, cukup prospek.
“Jika tidak menguntungkan kan gak mungkin Fly Jaya mau melanjutkan kerjasama,” ujarnya.
Jalur penerbangan yang telah diperjuangkan Bupati Jember itu, telah dapat dirasakan manfaatnya, diantaranya mempermudah transportasi udara.
“Daripada harus membuang waktu lebih dari 11 jam, ke Jakarta, dengan penerbangan ini cukup beberapa jam saja,” ujarnya.
Dengan demikian, mempermudah masyarakat yang ingin bepergian ke Jakarta dan sebaliknya.
“Investor yang ingin ke Jember juga akan lebih mudah datang,” ucapnya.
Fly Jaya, kata Gus Bupati merencanakan juga akan menambah jadwal dan route penerbangan.
“Sehingga tidak hanya dua kali dalam seminggu. Bahkan Insyaallah, juga akan menambah jumlah pesawatnya,” katanya.
Okupansi Meningkat
Perwakilan PT Mataram Jaya Nusantara (Fly Jaya) Ari Mercyanto menyebut, selama tiga bulan uji coba, data pengguna kapal terbang Jember menunjukkan peningkatan signifikan.
“Terutama menjelang tahun baru, dengan rute Jember-Bali menjadi favorit,” ujarnya.
Maskapai Fly Jaya mencatatkan okupansi tinggi (hingga 83.3%) dan penumpang perdana yang cukup banyak (71 orang), menunjukkan pemulihan dan pertumbuhan penumpang udara dari atau ke Jember.
“Ini juga didukung dengan banyaknya even even di Kabupaten Jember,” katanya.
Mengenai harga tiket, pada awal uji coba, Fly Jaya memberlakukan harga tiket sebesar Rp 1,3 juta. Lalu pada tahap kedua pada kisaran Rp 2 juta.
“Selanjutnya, kami akan berupaya untuk menurunkan harga tiket lebih terjangkau,” katanya. (#)
- Pewarta: Selamet Hariyadi
- Editor: Miftahul Rachman





