Mataram, Jempolindo.id – Sore itu, Ratusan anggota Laskar Sasak melepasliarkan tukik (anak penyu) di area Kebon Cafe Sunsetland, Mataram, Selasa (9/12/2025).
Langit kala itu sedikit berselimut mendung. Cakrawala memerah saga, mengantarkan sang mentari menuju peraduannya.
Riak gelombang laut, mengalun lembut, seolah hendak menyambut ratusan tukik, yang akan dilepasliarkan oleh ratusan anggota Laskar Sasak.
Kegiatan konservasi ini tak hanya seremonial, tetapi juga menjadi momentum organisasi terhadap peneguhan nilai-nilai kearifan lokal.
Dewan Pembina Laskar Sasak, Ir Wahyudi Adisiswanto, saat memimpin acara, menekankan pentingnya berpegang teguh pada Aweg-aweg Tau Telu dalam setiap aspek kehidupan.
“Dalam kegiatan ini, kita mengimplementasikan tapsile hubungan manusia dengan alam. Ini bukti kepedulian kita,” ujarnya.
Aweg-aweg Tau Telu adalah pedoman hidup yang terdiri dari tiga hubungan harmonis: manusia dengan Tuhan (tapsile), manusia dengan sesama, serta manusia dengan alam.
Wahyudi berharap aksi pelepasliaran penyu dapat menginspirasi masyarakat luas.
Ia juga mengingatkan agar seluruh anggota menjaga adat istiadat untuk menciptakan lingkungan yang kondusif.
“Dengan berpegang pada adat dan tata krama, konflik antar sesama dapat dihindari,” tegasnya.
Senada, Ketua DPP Laskar Sasak, L.M. Ali Sadin, atau akrab disapa Miq Denta, menyatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian anggota terhadap kelestarian alam.
“Ini bagian dari komitmen kami menjaga keseimbangan,” pungkasnya. (#)





