24.2 C
East Java

Klinik Abu Saad Menyenangkan Pasien

Loading

JEMBER – JEMPOLINDO.IDKlinik Abu Saad, sebuah klinik pengobatan yang menyediakan rawat inap, berada di Desa Tembok Rejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Saat jempol mengadakan kunjungan ke klinik itu, Rabu (07/07/2021) siang, tampak klinik pengobatan itu sedang tampak ramai dengan kunjungan pasien.

Menurut penuturan Suroto, pemilik Klinik Abu Saad, klinik itu didirikan sejak  dua tahun berselang, tepatnya tanggal 15 september 2019, yang tujuan awalnya untuk menyenangkan orang sakit, dan keluarganya.

“Hasil diskusi dengan kawan-kawan, bagaimana mendirikan klinik yang bisa menyenangkan, sehingga kami desain, lingkungan ini dengan menyenangkan,” tuturnya.

Tampak suasana di klinik itu bersih dan terkesan indah. Mulai dari interior kamar tempat rawat inap, halaman belakang klinik terdapat Gazebo, tempat bersantai, dan taman klinik yang asri.

Lebih lanjut, Suroto menjelaskan, disamping memberikan pelayanan prima kepada pasien dan keluarganya, Klinik itu juga didirikan untuk menciptakan lapangan kerja.

“Banyak anaknya warga yang sudah sekolah, tetapi kesulitan mendapatkan pekerjaan, kami menampung mereka sesuai dengan kemampuan klinik,” ujarnya.

Sekarang kini, Klinik Abu Saad sudah menampung kurang lebih 40 orang. Diantaranya Dokter  3 orang, Apoteker 1 orang dan petugas kesehatan lainnya.

Keberadaan Klinik, lanjut pria yang pernah berdinas di Dinas Kesehatan Poso (1988 – 1999) itu, mencoba memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien secara prima, sehingga pasien merasa senang, nyaman, dengan tenaga medis yang berpengalaman.

“Dan yang utama itu biayanya terjangkau, menurut kami, memperhatikan pelayanan kamar, kualitas layanan medis, saya kira sudah sangat murah,” tuturnya.

Sementara ini, Suroto menjelaskan, harga kamar perhari hanya 100 ribu, visitor dokter 50 ribu, konsumsi 3 kali makan 45 ribu. Kalaupun ada tambahan, obat-obatan dan biaya laboratorium.

“Biaya obat yang belum bisa dipastikan berapa besarannya, hanya saja, kira-kira biaya perawatan perhari bisa mencapai 500 ribu perhari,” ujar pria yang pernah berdinas di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi itu.

Kamar rawat inap, semula hanya 17 kamar, kini klinik Abu Saad, sudah memiliki kamar rawat inap sebanyak 24 kamar. Kata pria yang mantan perawat puskesmas umbulsari itu, klinik Abu Saad belum bisa memberikan layanan bpjs, terkait usianya masih kurang dari 2 tahun.

Disamping itu, menurut penuturan Suroto, keberadaan Klinik Abu Saad juga menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk memberikan santunan kepada anak yatim. Untuk mendata anak Yatim, Klinik Abu Saad bekerjasama dengan organisasi kepemudaan Tembok Rejo.

“Setiap tanggal 28, per bulan, kami memberikan santunan kepada lebih dari 50 anak yatim yang berasal dari berbagai daerah,” ungkapnya.

Pengembangan kedepan, kata Suroto, klinik Abu Saad akan mengembangkan klinik di daerah Bagorejo.

“Disamping untuk menyerap tenaga kerja, juga diharapkan dapat berdampak positip terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” pungkasnya. (Gito)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img