BerandaBeritaJelang Idul Adha, Hewan Qurban Di Jember Diperiksa

Jelang Idul Adha, Hewan Qurban Di Jember Diperiksa

- Advertisement -spot_img

JEMBER – JEMPOLINDO.ID – Jelang Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember melakukan pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban yang di jual di Jember. Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Andi Prastowo mengatakan pihaknya akan memastikan hewan yang di jual itu sehat dan layak di konsumsi  masyarakat.

jelang idul adha
Foto : plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Jember Andi Prastowo

“Menghadapi hari raya idul Adha ya. Jadi, Dinas Peternakan melakukan pemantauan dan pemeriksaan hewan yang di jual itu sehat, kami melakukan itu berkerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) wilayah Jatim 7 untuk melakukan pemeriksaan,” ujar Andi pada Kamis (15/7/2021).

Andi menerangkan, dikarenakan pandemi covid-19 dan PPKM Darurat di terapkan, pihaknya membagi tim untuk di sebar ke berbagai wilayah yang ada di Jember.

“Karna pandemi, tim kami di sebar ini. Satu tim dua orang. Untuk menghindari terjadinya kerumun dan kontak terlalu banyak. Pemantauan sekarang di Jember kota, dan Wirolegi dan daerah kampus juga ada,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengatakan, pemeriksaan ini akan berlanjut untuk memeriksa daging kurbannya.

“Nanti setelah hari raya Idul Adha, di hari ke dua, tiga, atau empat, kami melakukan pemantauan juga untuk potongan ternak untuk memeriksa dagingnya,” ujarnya.

Perinsipnya, kata Andi,  sebelum di potong dan sesudah di potong kita melakukan pengecekan. Sehingga, daging yang di konsumsi masyarakat aman dan halal,” tegasnya.

Sementara itu, Puput Rijalu, ketua PDHI Wilayah 7 mengatakan, ciri yang baik dan sehat dalam pemilihan hewan untuk kurban.

“Matanya harus jernih, bulunya bening, nafsu makannya bagus, aktif dan tidak cacat. Kalau dari fisiknya seperti suhu nya hasilnya tidak tinggi,” tuturnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, terdapat dua sapi yang belum poel atau belum dewasa. “Dari tiga sapi yang diperiksa, satu sudah poel dan dua belum,” katanya.

Ia juga menghimbau, kepada para penjual untuk menjual hewan kurang yang sudah poel.

“Kami himbau ke depannya, pedagang menjual sapi  yang sudah poel atau dewasa, secara umum sapi sehat dan bagus semua ini,” tegasnya.

Sementara itu, Andik Hariyadi, pedagang hewan kurban di jalan Letjen Suprapto, mengatakan, mengalami penurunan pembeli yang lumayan signifikan.

“Tahun ini merosot penjualan, biasanya laku 30 persen sekarang hanya 10 persen. Sisa satu minggu ini, semoga laku semua,” katanya.

Sementara itu, Dayat, yang juga pedagang hewan kurban mengatakan sebelum adanya covid-19, tak kurang dari 70 ekor domba bisa terjual.

“Sebelum covid-19 kita sediakan 70 ekor habis terjual. Masuknya covid-19, yang terjual paling 30 persen ini,” katanya.

Ia mengatakan, setelah diperiksa oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan ia mendapatkan sertifikat dan disenfekftan.  “Kita dapat sertifikat dan disenfekftan ini,” ungkapnya. (AR)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img