BerandaBeritaDugaan Penimbunan BBM, Hiswana Migas dan Pertamina Cuci Tangan

Dugaan Penimbunan BBM, Hiswana Migas dan Pertamina Cuci Tangan

- Advertisement -spot_img

Jempolindo.id – Jember – Dugaan Penimbunan BBM seperti yang sudah dirilis media, Polres Jember telah  melakukan operasi, sehingga terjaring tiga pick up, Total 26 Drum, yang kini kasusnya sedang ditangani Polres Jember.

Dugaan Penimbunan BBM itu memang dikeluhkan warga, yang cukup mengganggu layanan SPBU. Pembelian BBM dengan menggunakan kendaran pick up atau sejenisnya, mendapat layanan SPBU, yang tak jarang malah mendapatkan fasilitas layanan.

Menanggapi kasus tersebut, pihak Hiswana Migas dan Pertamina tampaknya malah cuci tangan, terkesan tidak jelas sikapnya dalam melakukan penertiban atas buruknya layanan SPBU.

Hiswana migas  adalah wadah atau tempat berkumpulnya pemilik pengusaha pengingisian bahan bakar minyak ( BBM ) di kabupaten  Jember beranggotakan sekitar 38 pemilik SPBU,  di wilayah Jember.

Ketua Hiswana Migas Jember Pratikno mengatakan pihak Hiswana, ketika ditanya tentang adanya maraknya kasus BBM bersubsidi yang  mengalir ke perusahan besar di kabupaten Jember, pihak Hiswana Migas  malah menyarankan agar  bertanya langsung ke Polres Jember.

Dugaan Penimbunan BBM
Foto : Ketua Hiswana Migas Jember Pratikno

“Di samping saya gak tau ,itu juga di luar kewenangan saya, kalo ada pasti di tangkap sama polisi,” tegasnya.

Terkait dengan sangsi kepada SPBU nakal, ketua Hiswana migas juga mengalihkan bahwa tu  ranahnya  Pertamina dan penegak hukum.

“Karena fungsi Hiswana migas sendiri sebatas kordinasi,” ujarnya.

Begitupun, ketika ditanya tentang jumlah kuota kebutuhan BBM untuk Kabuaten Jember, Pratikno juga mengaku tidak mengetahui.

“Coba telpon humas Pertamina saja pak atau ke 135,,karena mereka yang lebih tahu berapa kuota kebutuhan untuk semua semua jenis BBM untuk masyarakat sekabupaten Jember,” jelasnya.

Pihaknya juga menjelaskan kalau tahun lalu hitungan kuotanya adalah sekabupaten Jember,tapi untuk tahun ini (2021) hitungan kuota BBM nya adalah per SPBU.

Regulasi yang baru dari Pertamina, Kata Pratikno sulit menghapal berapa kebutuhan BBM di masing masing  SPBU .

“Coba njenengan hubungi mas Deden Irdani  saja pak, beliau adalah humas Pertamina, agar lebih pas untuk menjelaskan,” terangnya.

Guna mencari kebenaran, sanksi terhadap  SPBU nakal oleh Pertamina, media ini mencoba  menghubungi Humas Pertamina Deden Irdani, melalui saluran selulernya, Deden Irdani selaku Humas Pertamina untuk wilayah Jawa Timur, Bali, NTT dan NTB menjelaskan  sangsi  terberatnya  hanya tidak memasok BBM ke SPBU nakal tersebut untuk beberapa waktu saja.

Dugaan Penimbunan BBM
Foto : Deden Irdani selaku Humas Pertamina untuk wilayah Jawa Timur, Bali, NTT dan NTB

“Karena kalau sampai Pertamina  memutus pasokan BBM  ke SPBU tersebut , kasihan masarakat sekitar yang membutuhkan BBM, juga ke pengusahanya,” kilahnya

Deden hanya menghimbau kepada para pengelola SPBU,  agar mematuhi ketentuan yang berlaku.

“Agar tidak  terjadi kelangkaan BBM,” pungkasnya.(Sugito)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img