Dima Kecewa Bupati Faida Baper Tuding Sekda Berpolitik

0
662

Jember _ Jempol. Polemik antara Bupati Jember dr Hj Faida MMR dan Sekretaris Pemkab Jember Ir Mirfano ditanggapi Inisiator Jember Idea’s Dima Akhyar sebagai preseden buruk bagi performa Pemerintah Kabupaten Jember.

“Tentu saja kami kecewa, seharusnya itu tidak perlu terjadi, karena mereka kan ada dalam satu tubuh, sudah tentu kurang pantas,” kata Dima.

Apalagi, kata Dima sebagai abdi negara sepantasnya jika Bupati dan Sekda lebih mengedepankan kepentingan pelayanan publik daripada berpolemik tentang yang malah kontraptofuktif.

“Jika ada masalah bukankah lebih baik diselesaikan di internal,” kata Dima.

Faida Baper, Mirfano Nyantai

Polemik itu bermula dari beredarnya rekaman suara yang diperkirakan suara Bupati Jember dr Faida MMR saat diundang Kementrian Dalam Negeri untuk mediasi dengan Pimpinan DPRD Jember.

Semula Faida tegas menyatakan kekecewaannya atas perilaku Kepala Inspektorat Propinsi Jawa Timur Helmy Perdana Putra yang dinilainya telah bermain media.

“Saya punya 50 bendel print out berita, Apa yang dikatakannya disana, bahwa Bupati Faida menghambat APBD, sanksi Mendagri menunggu,” ketusnya.

seharusnya, Helmy menyampaikan hasil kerjanya kepada Gubernur bukan kepada media. Tindakan itu dinilai Faida mengganggu kondusivitas di Jember.

“inilah kenapa saya sangat keberatan,” tegasnya

berikutnya, Faida menuding Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Ir Mirfano telah bermain politik.

“Dan pada pertemuan sebelumnya kami sudah menyampaikan, khusus untuk sekda ini, bapak sekda kami ini ingin maju pilkada, entah akan jadi wakilnya siapa,” tukasnya.

Tentu saja tudingan itu ditampik Mirfano sebagai tudingan yang tidak pada tempatnya. Beredar pula suara rekaman Sekda Jember Ir Mirfano.

“Mungkin yang dimaksud Ibu Bupati itu keliru, bukan sekda, kalau sekda mau maju pilkada seharusnya sejak Januari 2020 sudah minta ijin atasan,” katanya.

Mirfano menegaskan sampai sekarang belum mengajukan ijin atasan dan pengunduran diri, karena masa baktinya masih tersisa 3 tahun lagi.

“banner banner juga gak ada, saya gak mencetak banner,” kilahnya.

Kemudian kalau soal loyalitas, Mirfano menegaskan hanya loyal pada tiga hal. Loyal pada sistem dan aturan, loyal pada organisasi, dan loyal pada pimpinan dalam hal ini bupati.

“jadi jangan diragukan lagi soal loyalitas itu,” katanya.

Lebih lanjut, Mirfano mengatakan sekda berpolitik diakuinya dalam perspektif pemerintahan dan urusan publik, bukan dalam konteks kekuasaan.

“Jadi Bupati gak usah kuatir, saya tidak ikut kontestasi pilkada. yang penting 12 ribu berharap semua berjalan sesuai aturan, ada kejelasan karir, perbaikan kesejahteraan dan sistem merit dijalankan,” pungkasnya. (sofyan)