22 C
East Java

Dana Desa Dipangkas, Bupati Ipuk  Ajak Kades Prioritaskan Pembangunan

BANYUWANGI, JEMPOLINDO.ID  — Tekanan fiskal dan ketidakpastian ekonomi global mendorong Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajak seluruh kepala desa di wilayahnya tetap melanjutkan pembangunan. Ia meminta para kades menyusun skala prioritas yang tepat dan terukur.

Bupati Ipuk menyampaikan pesan ini dalam acara silaturahmi dan halal bihalal bersama kepala desa se-Banyuwangi di Kantor Pemerintah Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Kamis (2/4/2026).

Ketahanan dan Adaptasi Pemerintah Desa

Ipuk menyoroti pentingnya ketahanan dan adaptasi pemerintah desa menghadapi keterbatasan anggaran akibat dinamika geopolitik internasional.

Menurutnya, berbagai rintangan tidak boleh menghentikan pembangunan di Banyuwangi. Sebaliknya, para kepala desa harus mengoptimalkan potensi lokal yang ada.

“Apapun rintangannya, kita tetap melanjutkan pembangunan Banyuwangi dengan mengoptimalkan potensi yang kita miliki,” tegas Bupati perempuan kedua di Banyuwangi ini.

Ipuk mengingatkan bahwa kondisi sulit seperti ini bukan pertama kali dihadapi. Banyuwangi pernah melewati masa-masa sulit saat pandemi, kemudian berhasil bangkit kembali.

“Dengan tandang bareng, kami percaya kondisi saat ini juga bisa kita lalui,” ujarnya penuh keyakinan.

Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan pemerintah desa berhenti berinovasi.

Ipuk justru mendorong situasi ini sebagai momentum memaksimalkan potensi masing-masing desa.

Pemkab Banyuwangi pun telah melakukan penataan ulang anggaran atau reprioritas, sehingga pembangunan infrastruktur tetap menjadi fokus tanpa mengabaikan sektor pendidikan dan kesehatan.

Bupati Ipuk juga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) membantu desa-desa menyusun ulang skala prioritas anggaran.

Dengan demikian, program pembangunan berjalan lebih efektif meski dana transfer dari pemerintah pusat berkurang.

Dukungan PKDI

Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Banyuwangi, Budiharto, menyatakan siap mendukung langkah pemerintah daerah.

“Kami berterima kasih kepada Ibu Bupati yang selalu memperhatikan kami. Meski anggaran terbatas, beliau sudah memberikan tambahan anggaran kepada desa-desa di Banyuwangi,” ujarnya.

Skema Pentahelix

Sementara itu, Kades Gladak Kecamatan Rogojampi, Achmad Chaidir, menegaskan posisi strategis desa sangat vital dalam relasi kuasa pembangunan Indonesia.

Alumni Hubungan Internasional FISIP Universitas Jember ini menyatakan sinergi dan kolaborasi program dari pusat, provinsi, kabupaten, hingga desa mesti semakin diperkuat. Pemerintah perlu menata sisi perencanaan secara khusus.

Chaidir memperkenalkan pendekatan skema Pentahelix Desa, yaitu pelibatan lima aktor utama pemberdayaan dan pembangunan desa-desa di Kabupaten Banyuwangi.

Skema ini bertujuan mengkolaborasi serta mensinergikan program secara lebih simultan, terarah, dan terkonsolidasi.

“Perencanaan Desa mesti jadi fokus dan bagian penting perencanaan Nasional,” jelas Chaidir kepada redaksi, Jumat sore (2/4/2026).

Ia mengungkapkan bahwa aktor pemerintah (pusat, provinsi, dan kabupaten) harus bersinergi dengan perguruan tinggi sebagai aktor kedua.

Selanjutnya, BUMN/BUMD serta swasta berperan sebagai aktor ketiga.

“Tak kalah pentingnya, aktor keempat yaitu pers dan media mesti berkolaborasi dengan aktor kelima, yakni Pemerintah Desa dan warganya. Pentahelix Desa menempatkan Desa dan warganya tidak hanya sebagai objek, tetapi juga subjek yang turut berpartisipasi,” tegas mantan anggota Resimen Mahasiswa Universitas Jember tersebut.

Chaidir sangat yakin, jika skema Pentahelix Desa terwujud dan terimplementasi, desa-desa di Banyuwangi akan semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

“Desa adalah kunci peradaban modern menuju Indonesia Emas 2045. Benar kata Bapak Pendiri Bangsa, Drs. Mohammad Hatta, bahwa terang Indonesia tidak bisa hanya bertumpu pada kekuatan besar lampu mercury di Ibukota Jakarta dan pusat-pusat kota,” ujarnya

Nyala terang ribuan lilin yang ada di 75.262 desa se-Indonesia akan membuat Indonesia terang benderang,” pungkas Achmad Chaidir optimis. (#)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img