JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Siang itu begitu cerah, di SMP Negeri 1 Jember mendadak berubah menjadi panggung semangat ketika Bupati Jember, Muhammad Fawaid, S.E., M.Sc., melangkahkan kaki masuk ke gerbang sekolah. Jum’at (17/07/2026).
Bukan sekadar kunjungan biasa, agenda “Pro Gus’e Update” kali ini terasa istimewa. Didampingi Penjabat Sekretaris Daerah dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Gus Bupati—sapaan akrabnya—langsung menyapa para siswa, guru, dan pengurus OSIS dengan senyum khas yang meneduhkan.
Jangan Pernah Minder, Raih Suksesmu!
Di hadapan ratusan siswa yang memadati aula sekolah, Gus Bupati membuka orasinya dengan nada tegas namun penuh kehangatan. Ia menekankan satu hal yang kerap dilupakan generasi muda: mentalitas.
“Anak-anakku, jangan pernah merasa minder. Kesuksesan tidak melihat dari mana kalian berasal, tapi seberapa keras kalian berusaha. Kalian semua punya potensi yang sama besarnya,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.
Ia mengingatkan bahwa memasuki tahun ajaran baru adalah momentum untuk memulai lembaran baru. Namun, ada satu hal yang membuatnya prihatin dan harus segera dihapus dari budaya sekolah: perundungan atau bullying.
MPLS Bukan Ajang Intimidasi
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kerap menjadi momok bagi siswa baru. Kisah-kisah perpeloncoan dan intimidasi masih saja terdengar di berbagai daerah. Karena itu, Gus Bupati dengan lantang menyampaikan pesan moral:
“Saya titip kepada seluruh OSIS dan Dewan Guru, pendekatan terhadap adik-adik kelas baru harus penuh rasa kemanusiaan. Bukan lagi era bullying. Era kita sekarang adalah era empati. Mereka butuh sahabat, bukan musuh. Butuh pelindung, bukan penyiksa,” ujarnya.
Pernyataan ini mendapat sambutan haru dari para guru dan siswa. Kepala SMPN 1 Jember yang mendampingi kegiatan pun mengangguk setuju dan berjanji akan terus mengawal proses MPLS yang humanis.
Home Care: Terobosan Mengentaskan Kemiskinan
Di sela-sela dialog dengan siswa, Gus Bupati juga menyampaikan kabar baik untuk warga Jember. Dalam beberapa minggu ke depan, Pemerintah Kabupaten Jember akan meluncurkan program unggulan bernama “Home Care”.
“Ini program prioritas kami. Nanti seluruh puskesmas dan tenaga kesehatan akan bersinergi. Home Care akan mendatangkan dokter dan petugas medis langsung ke rumah pasien, terutama warga miskin yang tidak bisa datang ke rumah sakit. Tidak hanya itu, kami juga akan bantu kebutuhan ekonomi mereka untuk meringankan beban,” jelasnya.
Program ini diyakini mampu menjadi solusi jitu menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang merata.
Beasiswa, UHC, dan Target Kemajuan Jember
Tak hanya Home Care, Gus Bupati juga membeberkan sejumlah program strategis lainnya:
- Beasiswa pendidikan bagi siswa berprestasi dan kurang mampu,
- Universal Health Coverage (UHC) untuk menjamin akses kesehatan seluruh warga,
- Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran melalui pemberdayaan ekonomi berbasis desa.
“Jember harus maju. Tapi kemajuan itu tidak akan tercapai tanpa kolaborasi kita semua. Pemerintah hadir untuk rakyat, dan rakyat adalah kekuatan kita,” tegasnya.
Harapan di Akhir Kegiatan
Usai berdialog, Gus Bupati menyempatkan diri berswafoto dengan para siswa dan guru. Suasana akrab dan penuh kehangatan terasa begitu kental.
Ia berharap Home Care dan program-program lainnya dapat memberikan dampak nyata dan positif bagi kemajuan Jember ke depan.
“Kita bangun Jember dengan kerja nyata, bukan janji. Mudah-mudahan semua program ini memberikan manfaat untuk kita semua. Jember hebat, Jember berdaya!,” pungkasnya penuh optimisme. (#)
- Pewarta: Selamet Hariyadi
- Editor: Gilang Gibran Al Fikri





