18.5 C
East Java

Bupati Fawait Ambil Alih Tanggung Jawab, Bakal Tindak Tegas Dapur MBG Jember Bermasalah

JEMBER, JEMPOLINDO.ID– Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengambil sikap tegas terhadap berbagai catatan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.

Ia dengan lugas membantah narasi yang menyalahkan pemerintah pusat atau Presiden.

Melalui rekaman video, yang beredar diruang publik, Kamis, 26 Februari 2026, Bupati Fawait secara lugas  mengakui bahwa tanggung jawab atas persoalan di lapangan sepenuhnya berada di pundak pemerintah daerah.

“Ini bukan salah pemerintah pusat, bukan salah presiden, tetapi ini salah saya. Adanya kekurangan itu wajar karena program ini berskala besar,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus mengkritik kecenderungan sejumlah pihak yang kerap melemparkan tanggung jawab ke pemerintah pusat saat muncul masalah teknis di daerah.

Ia mengingatkan,  agar kepala daerah Jangan sembunyi, jika ada masalah di daerahnya masing-masing.

“Jangan selalu menyalahkan pemerintah pusat, apalagi presiden. kepala daerah jangan sembunyi,” ungkapnya.

Bupati Fawait menegaskan, pemerintah daerah harus berani jujur dan tidak berlindung di balik kompleksitas program nasional.

“Jika pelaksanaan MBG di daerah masih kurang, saya sebagai kepala daerah mohon maaf. Kepala daerah harus bersikap fair,” lanjutnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember akan memperketat pengawasan terhadap dapur penyedia MBG.

Fawait memastikan pihaknya akan mengoptimalkan satuan tugas (satgas) khusus untuk menindak dapur yang tidak menjalankan standar layanan dengan baik.

“Saya akan mengefektifkan satgas bagi dapur-dapur yang bermain-main. Mereka yang memberikan menu tidak sesuai harus siap menerima konsekuensi,” katanya dengan tegas.

Ia bahkan mengingatkan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan merekomendasikan penghentian operasional kepada Badan Gizi Nasional (BGN) jika menemukan pelanggaran.

“Kepala daerah berhak memberikan rekomendasi kepada BGN untuk menghentikan operasional dapur,” ujarnya.

Langkah pengawasan tidak hanya berhenti pada inspeksi manual. Pemkab Jember juga akan menerapkan sistem kontrol berbasis teknologi melalui integrasi CCTV di setiap dapur MBG.

“Satgas yang kami bentuk akan memastikan CCTV terhubung ke dapur-dapur MBG,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya mewajibkan pengelola dapur melaporkan menu harian secara transparan agar kualitas makanan yang diterima siswa tetap terjaga.

“Mereka wajib meng-update menu makanan setiap hari yang diberikan kepada siswa,” tegas Fawait.

Meski mengakui masih ada ruang perbaikan, Fawait tetap menilai MBG sebagai peluang strategis bagi daerah.

“MBG menjadi harapan baru bagi Kabupaten Jember untuk menggeliat dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. (#)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img