JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Skandal Mafia solar subsidi di SPBU Pertamina 54.681.11 Kebonsari kembali mengemuka, saat publik menanti keseriusan Polres Jember dalam menangani kasus ini.
Rapat dengar pendapat Pansus LKPJ 1 DPRD Jember pun turut menyoroti temuan puluhan barcode milik petani.
Wakil Ketua Pansus, Wahyu Prayudi Nugroho, mengaku belum menerima data resmi dari Dinas TPHP.
“Kami tidak tahu siapa saja petani dan berapa jumlah yang berhak membeli solar subsidi,” ujar Nuki, sapaan akrab politisi PDI Perjuangan tersebut.
Ia menuntut Dinas TPHP membuka data rekomendasi barcode ke publik.
Sebab, anggota DPRD Jember, David Handoko Seto, pernah memergoki petugas SPBU mengisi solar subsidi ke tangki modifikasi.
Puluhan barcode petani ditemukan di tangan penyelundup. Indikasi kuat menunjukkan kebocoran salinan data dari Dinas TPHP.
Dinas TPHP Belum Menjawab
Mengutip Kliktimes.com, Sekretaris Dinas TPHP, Mochamad Sigit Boedi Ismoehartono, datang mewakili kepala dinas.
Namun, ia mengaku tidak berwenang menyerahkan data. Kepala Dinas Mohammad Djamil dan Kepala Bidang penerbit barcode sedang dinas luar kota.
Sigit hanya memperkirakan jatah solar per petani maksimal 200-300 liter per bulan. Ia tidak mengetahui jumlah pasti petani penerima rekomendasi.
Kronologi Kasus
Mulanya, David Handoko Seto bertindak setelah mendapat laporan warga.
Pada Sabtu, 14 Maret tengah malam, ia mendatangi SPBU.
Ia menyaksikan langsung pengisian solar ke tangki modifikasi. David segera menelepon Polsek Sumbersari.
Tiga aparat datang dan menghentikan pengisian. Sopir serta petugas SPBU diinterogasi. Polisi menahan truk bernopol DK 8464 AS yang mengangkut bak modifikasi.
David meminta identitas sopir dan petugas. Ia bahkan mengambil data ponsel berisi puluhan barcode petani terbitan Dinas TPHP.
Namun, sopir truk tiba-tiba kabir. Tiga orang datang mengendarai mobil Terios.
Satu penumpang pindah ke truk lalu melarikan diri. David dan polisi mengejar sejauh 30 kilometer hingga Kecamatan Ambulu.
Truk berulang kali menabrak mobil David. Puncaknya di selatan Pasar Ambulu, truk menabrak hingga ban mobil David pecah dan nyaris terperosok ke sungai.
Sekelompok orang tiba-tiba mengeroyok David, lalu melarikan diri bersama truk.
Atensi DPR-RI
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Hariadi, langsung bereaksi. Keesokan harinya, ia membawa manajemen Pertamina dan perwira Polres Jember untuk menyegel SPBU 54.681.11 Kebonsari.
Bambang mendeteksi kejanggalan, CCTV rusak dengan alasan perbaikan, serta praktik penjualan kumulatif dengan banyak barcode tanpa kehadiran petani pemilik rekomendasi.
Polres Jember Masih Menyelidiki
Polres Jember melalui Unit Tipidter Satreskrim masih menyelidiki.
Polisi sudah mencabut police line di gerbang SPBU, hanya menyisakan di tangki solar.
Publik kini menanti transparansi data barcode petani dari Dinas TPHP. (#)





