20.2 C
East Java

Angka Kemiskinan Cetak Rekor Terendah dalam Satu Dasawarsa, Bupati Jember Targetkan Dibawah 200.000 Jiwa

JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember mencatatkan capaian signifikan dalam upaya penurunan angka kemiskinan. Data terbaru per September 2025 menunjukkan jumlah penduduk miskin turun menjadi 216.076 jiwa atau 8,67 persen.

Angka ini merupakan yang terendah sepanjang sepuluh tahun terakhir.

Bupati Jember Muhammad Fawait, mentargetkan penurunan angka kemiskinan hingga dibawah 200.000 jiwa.

“Ini merupakan angka psikologis, yang ingin kita capai ya,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, usai Sosialisasi Penyaluran Bantuan Pangan Presiden, di Pendopo Wahyawibawagraha, pada Kamis (26/03/2026).

Badan Pusat Statistik (BPS) Jember merilis data tersebut sebagai bukti nyata keberhasilan program strategis daerah.

Penduduk miskin berkurang sebanyak 8.001 jiwa dibandingkan awal 2024 yang mencatat angka 224.077 jiwa.

Pemerintah daerah menetapkan kriteria kemiskinan berdasarkan pengeluaran per kapita di bawah Rp 475.000 per bulan.

Bantuan Pangan Presiden

Salah satu upaya mengurangi angka Kemiskinan itu, kata Bupati Fawait, dengan bantuan pangan dari presiden Prabowo Subianto, yang akan segera didistribusikan pada akhir bulan Maret 2026 ini.

“Kami berterimakasih kepada Presiden Prabowo, yang telah membuat kebijakan bantuan pangan ini. Melalui bantuan ini, kami berharap akan membantu menurunkan angka kemiskinan,” ujarnya.

Dalam upaya menangani penurunan angka kemiskinan itu, Bupati Fawait menggerakkan seluruh jajaran ASN, terutama dalam membantu survei yang akan dilakukan oleh BPS.

“Kami akan kerahkan seluruh jajaran, untuk terus bergerak cepat mengentaskan kemiskinan hingga ke akarnya,” tegasnya.

Menggencarkan Pemberdayaan

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Jember mendorong penurunan kemiskinan melalui berbagai program unggulan.

Dinas terkait menggencarkan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di berbagai kecamatan. Perbaikan infrastruktur desa juga menjadi fokus utama untuk membuka akses ekonomi warga.

Kegiatan tahunan Jember Fashion Carnival (JFC) turut berkontribusi menggerakkan roda ekonomi.

Event ini menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan omzet usaha kecil di sektor pariwisata dan kreatif.

Konsentrasi Wilayah Kemiskinan

Meski menunjukkan tren penurunan, persebaran penduduk miskin masih terkonsentrasi di wilayah tertentu.

BPS Jember memetakan kantong-kantong kemiskinan masih banyak berada di kawasan pedesaan, sekitar hutan, perkebunan, hingga wilayah pesisir.

Pemerintah daerah pun mengarahkan intervensi program secara spesifik ke lokasi-lokasi tersebut.

Secara absolut, angka 216.076 jiwa masih menempatkan Jember pada posisi waspada jika dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.

Namun, laju penurunan yang konsisten dalam satu dekade terakhir memberikan optimisme bagi aparatur daerah untuk terus menekan angka kemiskinan hingga menyentuh target jangka menengah. (#)

  • Pewarta: Sundari Rianto
  • Editor: Miftahul Rachman
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img