25.3 C
East Java

Kasus Covid-19 di Jember Meningkat

Loading

JEMBER – JEMPOLINDO.ID – Kasus covid-19 di Jember, memasuki gelombang ke dua, diperkirakan terus meningkat. Berdasarkan data, penularan Covid-19 di Kabupaten Jember hingga Senin (28/6/2021)

Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 31 pasien menjadi 7.383 pasien. Dirawat di RS 95 pasien, dan isolasi mandiri 128.

Sedangkan jumlah pasien meninggal akibat Covid-19 bertambah 6 orang menjadi 512.

Saat awak media menghubungi Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jember dr Alfi Yudisianto, Senin (28/6/21) membenarkan meningkatnya terpapar Covid 19 di Kabupaten Jember..

“Bisa jadi, karna naiknya cukup lumayan signifikan. Dalam satu minggu terakhir ini kenaikannya tajam sekali,” ungkapnya.

Alfi mengungkapkan, kenaikan Pasien Covid-19 salah satunya bisa terjadi karena mobilitas pasca lebaran.

“Saya rasa setiap kabupaten sama, pasca liburan pasti ada kenaikan. Terutama yang di Jawa Tengah dan Jatim sekarang makin banyak,” jelasnya.

Lebih jauh Alfi mengatakan langkah- langkah yang di ambil Pemkab Jember khususnya Dinkes untuk menekan laju pertumbuhan covid-19.

“Untuk tracing diperkuat, sehingga bisa dicegah sedini mungkin penularannya. Kita juga sudah meminta pada Bupati untuk menghentikan aktivitas kerumunan. Sementara dari pemerintah sendiri akan ada edaran bentuk Work From Home (WFH),” tegasnya.

Alfi juga menerangkan Tracing semakin massive dilakukan. Bahkan pihaknya telah melakukan swab antigen masal di sekitar tempat-tempat yang sering terjadi kasus.

Ia juga menerangkan, untuk menunggu hasil dari swab antigen tidak perlu lama karena di Jember sudah banyak peralatan yang mendukung.

“Banyak alat disini, ada yang satu hari jadi, ada yang dua hari, tergantung banyaknya yg di periksa,” pungkasnya.

Ia menghimbau, masyarakat harus tetap menggalakkan protokol kesehatan (Prokes).

“Hinbaunya 5M itu di terapkan bener-benar untuk diri sendiri, keluarga dan temen-temen dan jangan lupa untuk teurut serta mengikuti vaksinasi,” akhirnya. (*)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img