24.2 C
East Java

Paguyuban Silat Tradisional Cimande Jember Bertekad Lestarikan Budaya Bangsa

Loading

Jember _ jempolindo.id _ Kemajuan teknologi dan arus globalisai kian mendesak. Kondisi ini bisa saja membuat bangsa indonesia tercerabut dari akar budaya sendiri.

Demi menjaga kelestarian seni budaya indonesia itulah maka beberapa perguruan silat cimande di Jember sepakat mendirikan Paguyuban Cimande.Perguruan silat cimande yang tergabung didalamnya Perguruan Panji Nusantara, Perguruan Tumpeng Songo, Perguruan Cimande Macan Tutul dan Perguruan Cimande Alap – Alap.

Menurut Cak Er, paguyuban cimande didirikan bertujuan upaya melestarikan budaya dari pengaruh globalisasi kususnya di jember.

“Kami setiap malam minggu rutin menggelar pentas silat cimande  secara bergilir dengan model arisan. Saat ini paguyuban masih berputar di wilayah Kecamatan Puger dan Balung. Kami berharap Paguyuban Cimande ini suatu saat bisa berkembang di 31 kecamatan di kabupaten jember,”ujarnya

Cak Er adalah pegiat seni pencak silat cimande Tumpeng Songo. Pegiat silat tradisi ini terus berupaya menjalin silaturrahim dan menghidupkan girah para pendekar cimande yang ada di jember.

“Saya merasa miris generasi muda saat ini sudah semakin jauh dari budayanya sendiri.Kondisi ini tentu akan menjadi ancaman bagi jika dibiarkan. Saya yakin bahwa seni budaya mampu menjadi alat perekat bagi kesatuan dan persatuan bangsa indonesia,” tegasnya

Hal senada juga disampaikan Adang, pendekar cimande macan tutul, yang menyatakan turut mendukung adanya paguyuban, berdirinya paguyuban cimande di jember sangatlah positif bagi generasi muda. Apalagi akar budaya beladiri pencak silat adalah Cimande, ini cara melestarikan budaya tradisional

“Semoga pada gilirannya nanti pemerintah memberikan perhatian terhadap kelangsungan seni budaya yang ada di jember,” harapnya (nng)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img