JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Kabupaten Jember. Filza Isnaini, S.Pd, guru Bahasa Inggris SMP Negeri 9 Jember, terpilih sebagai salah satu dari 31 guru terbaik di Indonesia yang menerima dana hibah dari Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Prestasi ini mengantarnya tampil sebagai pemateri dalam Konferensi iTELL (Indonesian Teachers of English as a Foreign Language) yang berlangsung di Universitas Mpu Kuturan, Singaraja, Bali, pada 15–17 Juli 2026.
Konferensi dua tahunan yang digagas organisasi iTELL itu menjadi wadah bagi para guru Bahasa Inggris untuk berbagi praktik baik dan inovasi pembelajaran. Pada edisi 2026, iTELL berkolaborasi dengan Kedubes AS memberikan hibah kepada guru-guru dengan inovasi unggulan.
Proses Seleksi Ketat Lewat Video Pembelajaran
Filza mengungkapkan, seleksi dilakukan melalui pengiriman video praktik pembelajaran berdurasi 10 menit. Ia mengangkat tema multikultural dengan menampilkan kegiatan pertukaran pelajar secara virtual antara siswa SMP Negeri 9 Jember dan pelajar di Jepang.
Program kolaborasi internasional itu telah berjalan lebih dari satu tahun melalui pertemuan daring menggunakan Zoom Meeting. Dalam sesi tersebut, para siswa berkomunikasi aktif menggunakan Bahasa Inggris untuk saling memperkenalkan budaya masing-masing.
Siswa SMP Negeri 9 Jember memperkenalkan kekayaan budaya lokal, mulai dari kuliner khas Jember hingga agenda tahunan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang mendunia.
“Video itu kami buat hanya dalam satu hari bersama siswa, kemudian langsung diedit dan dikirimkan ke iTELL. Alhamdulillah dinilai layak sehingga saya terpilih sebagai penerima dana hibah dan diundang mempresentasikan praktik baik tersebut,” ujar Filza.
Satu-satunya Perwakilan dari Jember
Dari 31 penerima penghargaan secara nasional, Filza menjadi satu-satunya guru yang mewakili Kabupaten Jember. Seluruh biaya perjalanan dan akomodasi selama mengikuti konferensi di Bali ditanggung sepenuhnya oleh penyelenggara sebagai bentuk apresiasi.
Filza mengaku bangga dapat membawa nama SMP Negeri 9 Jember di kancah nasional. Ia menilai kesempatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan inovasi pembelajaran berbasis multikultural yang telah dikembangkan sekolahnya.
“Kolaborasi internasional terbukti mampu membuka wawasan peserta didik terhadap keberagaman budaya dunia,” tegas Filza.
Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa guru-guru dari daerah pun mampu berinovasi dan bersaing di tingkat nasional, bahkan mendapat pengakuan dari lembaga internasional. (#)
- Pewarta: Selamet Hariyadi
- Editor: Redaksi





