17.7 C
East Java

Bersiap Menuju Pemilu 2029, PAN Jember Target Satu Kursi di Setiap Dapil, Kader Wajib Melek IT

JEMBER, JEMPOLINDO.ID Bersiap menuju Pemilu 2029, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kabupaten Jember menggelar Musyawarah Cabang (Muscab), pada Senin malam (29/6/2026).

Seluruh pengurus DPC PAN se-Kabupaten Jember hadir dalam forum ini, sementara pengurus DPW PAN Jatim mengikuti secara daring.

Ketua DPW PAN Jatim, Rizqi Ahmad Sadiq atau yang akrab disapa Habib Sadiq, menegaskan bahwa Muscab DPD PAN digelar serentak. Jawa Timur menjadi provinsi pertama yang menggelar muscab karena memiliki jumlah DPD terbanyak.

Habib Sadiq menyoroti urgensi percepatan muscab di tengah dinamika politik yang terus bergeser. Partai-partai, menurutnya, perlu bersiap menghadapi Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah 2029, meskipun regulasi masih dalam tahap pembahasan.

“Undang-undang pemilu belum dibahas secara tuntas. Model pemilu nasional dan daerah ke depan masih abu-abu. Padahal, dua tahun sebelum pelaksanaan pemilu, aturan main harus sudah diundangkan,” ujar Habib Sadiq.

Meski demikian, ia menginstruksikan kader PAN agar tidak larut dalam ketidakpastian. “Apapun sistem pemilu 2029 nanti, kita tidak perlu pusing. Yang penting kita kuatkan struktur dan barisan sejak awal,” tegasnya.

Habib Sadiq juga mengingatkan kader untuk tidak terjebak dalam perdebatan isu yang belum final, seperti wacana pemisahan pemilu nasional dan lokal, sistem proporsional terbuka versus tertutup, hingga perubahan jumlah kursi dan daerah pemilihan.

“Jangan habiskan energi untuk mendiskusikan hal itu, tapi lupa terhadap konsolidasi organisasi sendiri,” tandasnya.

Setelah penguatan struktur hingga tingkat kecamatan, PAN Jawa Timur akan menjaring tokoh potensial sebagai bakal calon legislatif. Proses rekrutmen dilakukan secara berjenjang dari kabupaten, provinsi, hingga pusat.

“Mulailah mencari tokoh-tokoh yang memungkinkan untuk direkrut sebagai bakal caleg,” pesan Habib Sadiq.

Target Satu Kursi per Dapil

Ketua DPD PAN Jember, H. Abdus Salam, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menjaring formatur yang turun langsung ke kecamatan-kecamatan. Pembentukan struktur baru bertujuan memperkuat kesiapan partai menghadapi kontestasi politik 2029.

“Dari DPC-DPC sebelumnya, ada yang perlu diperbarui, disegarkan, dan direkrut baru. Semua untuk menyempurnakan persiapan menuju 2029,” ujar pria yang akrab disapa Cak Salam tersebut.

PAN Jember memasang target ambisius: meraih satu kursi di setiap daerah pemilihan (dapil). “Targetnya satu dapil satu kursi untuk daerah. Provinsi juga harus ada wakilnya, DPR RI wajib ada,” tegasnya.

Dalam menyusun kepengurusan baru, PAN Jember mengutamakan figur yang memiliki basis sosial di masyarakat. Calon formatur tidak hanya berasal dari kader internal, tetapi juga tokoh masyarakat berpengaruh di wilayahnya.

“Kualifikasinya biasanya tokoh masyarakat. Ada mantan kepala desa, calon kepala desa, mantan BPD, dan tokoh masyarakat lainnya. Mereka kita persiapkan menjadi mesin partai,” jelas Cak Salam.

Kader Wajib Melek Teknologi Digital

PAN Jember menekankan penguasaan teknologi digital bagi pengurus partai. Struktur partai ke depan akan diarahkan menggunakan sistem berbasis IT untuk mendukung rekrutmen hingga pemenangan pemilu.

“Minimal ketua, sekretaris, atau bendahara di DPC harus mengenal IT. Karena nanti kita persiapkan semuanya berbasis IT,” kata Abdus Salam.

Partai berlambang matahari ini juga akan membangun struktur hingga tingkat desa dan dusun melalui ranting serta rayon. Infrastruktur tersebut diproyeksikan melibatkan sekitar 4.000 kader mulai tingkat DPD, DPC, DPRT hingga rayon, ditambah relawan pemenangan.

“Dari DPC-DPC sebelumnya sudah ada yang perlu diperbarui, ada yang disegarkan, ada juga yang rekrut baru. Tujuannya menyempurnakan persiapan kita menuju 2029,” pungkas Cak Salam. (#)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img