22 C
East Java

Darurat, Camat Rambipuji Ajak Ulama dan Warga Berkolaborasi, Kelola Bank Sampah 

JEMBER, JEMPOLINDO.ID  – Pemerintah Kecamatan Rambipuji menggelar rapat koordinasi lintas sektoral dengan melibatkan tokoh agama, ulama, dan elemen masyarakat, sebagai upaya penanggulangan sampah, pada Rabu,  (24/6/2026).

Student-Led Conference di SMPN 1 Jember: Saat Siswa Jadi Bintang dalam Pembagian Raport

Kegiatan yang dibuka dengan pembacaan sholawat bersama ini menjadi wadah sosialisasi program prioritas pemerintah sekaligus mitigasi isu strategis di wilayah Kabupaten Jember.

Camat Rambipuji, Roni Herman Baza,  menegaskan bahwa forum ini bertujuan memperkuat sinergi untuk mendukung pembangunan dan mengantisipasi berbagai persoalan sosial.

“Kami mendorong partisipasi aktif seluruh elemen guna menyukseskan program pusat maupun program prioritas Bupati Jember,” ujarnya.

Dalam paparannya, pemerintah kecamatan memaparkan capaian positif Kabupaten Jember selama setahun terakhir.

Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat meningkat dan melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur serta kawasan Tapal Kuda.

Pencapaian ini dinilai penting untuk membangun optimisme masyarakat agar turut mendukung pembangunan berkelanjutan.

Namun, forum juga menyoroti tantangan besar di sektor lingkungan. Pemerintah mengungkapkan produksi sampah harian di Kabupaten Jember mencapai 1.200 ton, sementara kapasitas pengolahan saat ini hanya mampu menampung 100 hingga 200 ton per hari.

Kondisi ini semakin krusial pascapenutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Kami mengajak masyarakat mengelola sampah secara mandiri agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegas Roni.

Sebagai langkah nyata, pemerintah bersama warga telah membentuk bank sampah yang mulai digalakkan sebelum penutupan TPA.

Program ini disosialisasikan melalui berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk Nahdlatul Ulama (NU), untuk meningkatkan kesadaran berbasis lingkungan.

Pemerintah menambahkan, sampah yang terkelola dengan baik bukan hanya mengurangi polusi, tetapi juga bisa bernilai ekonomi.

“Pada prinsipnya, sampah yang tidak dikelola akan menjadi masalah. Namun, jika dikelola tepat, sampah bisa menjadi berkah dan memberikan manfaat ekonomi,” pungkasnya.

Melalui koordinasi ini, pemerintah berharap seluruh komponen masyarakat aktif menjaga kondusivitas wilayah dan ikut menyelesaikan persoalan sosial serta lingkungan di Jember. (#)

  • Pewarta: Selamet Hariyadi
  • Editor: Gilang Gibran Al Fikri

=================

Dukung Jurnalisme Profesional dengan berdonasi melalui rekening BCA: 2000781234

Konfirmasi dukungan: 082244576117

=================

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img