19.4 C
East Java

Jembatan Jubung Putus, Dishub Jember Berikan Bantuan SOP Keselamatan Penyeberangan 

JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Sejak robohnya jembatan di Dusun Darungan Desa Jubung Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember, membuat warga kesulitan melakukan penyeberangan.

Jembatan itu roboh akibat diterjang banjir, pada Desember 2025 lalu, sehingga menyebabkan terputusnya sarana penghubung antara Kecamatan Sukorambi, Ajung dan Rambipuji.

Menanggulangi kesulitan itu, Warga berinisiatif menggunakan rakit bambu, sebagai sarana penyebarangan, terutama untuk anak anak yang akan bersekolah, mengaji, dan aktivitas sehari hari lainnya.

Memperhatikan situasi yang memperhatinkan, Dinas Perhubungan Kabupaten Jember didampingi Camat Sukorambi dan Pemdes Jubung, mendatangi lokasi, pada Selasa (21/04/2026).

Upaya Pemdes Jubung

Semula, untuk membantu kesulitan warga menyebrengangi sungai, Pemdes Jubung berupaya menggugah partisipasi masyarakat, dengan mendatangkan bantuan perahu karet.

Menurut Kepala Desa Jubung, Bhisma Perdana bantuan perahu karet, hasil kerjasama dengan Komunitas Pecinta Alam Mapalus, merupakan wujud kepeduliannya untuk memudahkan warga yang akan menyebrang.

“Dengan menggunakan perahu karet ini, tentu lebih aman dibanding menggunakan rakit bambu,” ujarnya.

Dishub Jember Berikan Bantuan SOP Keselamatan

Hanya saja, masih perlu diperhatikan tingkat keamanan warga yang menggunakan perahu karet. Mengingat arus Sungai Bedadung, cukup deras.

Karenanya, Dinas Perhubungan Kabupaten Jember merasa perlu memberikan bimbingan standar operasional keamanan, agar tidak membahayakan.

Melalui Kepala Bidang Keselamatan Dishub Jember Rizal Mahmud, menjelaskan salah bentuk kepedulian Pemkab Jember, selain memberikan bimbingan standar operasional keamanan, juga memberikan bantuan pelampung.

“Sesuai perintah Bupati Jember melalui Kepala Dishub, kami hadir untuk memberikan standar operasional keselamatan,” kata Rizal.

Bantuan itu untuk menjamin berlangsungnya aktivitas masyarakat, termasuk menjamin keselamatan anak anak yang mengaji dan bersekolah, yang terpaksa harus menyeberang menggunakan perahu karet.

“Kita hadir untuk menjamin keselamatan mereka, sekaligus juga menjamin berlangsungnya pendidikan anak anak yang bersekolah dan mengaji,” ujarnya.

Pihaknya, juga akan berkoordinasi dengan BPBD dan Disparbud Kabupaten Jember, untuk memberikan bantuan dalam upaya menjamin berlangsungnya aktivitas masyarakat.

“Selain bantuan yang telah kami berikan, kami juga akan segera berkoordinasi dengan BPBD dan Disparbud, untuk sama sama memberikan bantuan yang diperlukan,” katanya.

Dishub Jember, kata Rizal akan terus melakukan pemantauan dilapangan, sehingga aktivitas penyebarangan ini dapat berlangsung secara aman.

“Kami akan terus melakukan pemantauan, selama penyebarangan masih menggunakan sarana transportasi darurat,” ujarnya.

Sementara Camat Sukorambi Musyaffa SHi MM, menjelaskan bahwa pemanfaatan perahu karet, hanya bersifat sementara, sambil menunggu proses pembangunan Jembatan permanen.

“Setidaknya dengan penggunaan perahu karet ini masyarakat terbantu, memudahkan penyebarangan,” ujarnya.

Rencana pembangunan jembatan sudah diusulkan melalui Dinas PUPR Provinsi Jawa Timur, yang akan segera direalisasikan dalam tahun 2026.

“Proses pembangunannya, insyaallah membutuhkan waktu sekitar 3 bulan,” ujarnya.

Untuk mengawal aktivitas penyebrangan itu, Pemdes Jubung telah menempatkan tiga orang, sebagai petugas yang bertanggung jawab menjamin keselamatan dan keamanan penyeberangan. (#)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img