JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan), yang merupakan salah satu program andalan Bupati Jember Muhammad Fawait, sempat mendapat sorotan dari banyak kalangan, karena dinilai menelan dana APBD relatif besar.
Namun, Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Jember Siswono mempunyai pandangan berbeda, setelah mengikuti pelaksanaan program Bunga Desaku di Wilayah Kecamatan Mumbulsari, selama dua hari, pada Selasa – Rabu ( 7 – 8 April 2026).
“Sebelumnya, saya memang kurang mengikuti kegiatan ini, tetapi kebetulan memang berada di Dapil saya, jadi saya mengikuti sejak dari tahap persiapan hingga pelaksanaan,” tutur Siswono, melalui voice note yang dikirim melalui jaringan WhatsApp.
Politisi Gerindra ini, merasa takjub, setelah mencermati pelaksanaan Program Bunga Desaku, yang belum pernah ditemuinya pada era kepemimpinan Bupati Jember lainnya.
“Ya, kita kan sudah mengikuti beberapa kepemimpinan Bupati sebelum nya (tanpa bermaksud membandingkan), Gus Fawait ini memang berbeda,” katanya.
Pola komunikasi Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Jember, kata Siswono, lugas dan mudah dicerna oleh masyarakat awam.
“Karena menggunakan bahasa sehari hari, kebanyakan kalau disini masyarakat Madura, jadi cara komunikasi Gus Fawait mudah dipahami,” katanya.
Apalagi, sebagian besar masyarakat awam yang tidak memiliki gadget, maka Program Bunga Desaku, kata Siswono merupakan cara yang tepat, untuk menjelaskan kepada masyarakat, tentang program Pemkab Jember.
“Banyak program, yang sebelumnya masyarakat tidak mengerti, dengan adanya program Bunga Desaku ini, masyarakat jadi mengerti,” katanya.
Selama pelaksanaan Program Bunga Desaku di Kecamatan Mumbulsari, banyak program yang berhasil dijelaskan Bupati Jember, diantaranya Beasiswa, Pemberdayaan UMKM, Pertanian, Pelayanan Publik, hingga optimalisasi fungsi Puskesmas.
“Gus Bupati sangat rinci dan detail menjelaskan semuanya, mulai dari tujuan program, penggunaan keuangannya hingga nilai keuntungannya,” tegas Siswono.
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Jember, Siswono malah merasa melalui program Bunga Desaku ini, dirinya tersadar, bahwa selama ini masih banyak yang belum dilakukannya.
“Saya sebagai wakil rakyat, justru merasa malu, ternyata masih banyak yang belum saya kerjakan,” katanya.
Membedah Rasa Keadilan Publik
Program Bunga Desaku, kata Siswono merupakan upaya Bupati Jember untuk memberikan pelayanan masyarakat, dengan pemerataan rasa keadilan.
“Kehadiran Gus Bupati, dapat menjadi secercah harapan bagi masyarakat kalangan bawah, bukan hanya kaum elit saja yang dapat pelayanan, namun rakyat bawah juga mendapatkan perhatian setara,” katanya.
Sebagai upaya, menangani inflasi, melalui pengendalian harga bahan pokok penting yang dibutuhkan masyarakat, saat program Bunga Desaku juga didistribusikan sejumlah kebutuhan dasar masyarakat.
“Dengan demikian, masyarakat bisa merasakan langsung dampak dari program Bunga Desaku ini,” tegasnya.
Memutus Rantai Pelayanan Publik
Pelayanan publik, yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, juga dapat secara langsung diselesaikan saat pelaksanaan Program Bunga Desaku.
“Masyarakat bisa langsung menyampaikan kepada Gus Bupati, apa yang menjadi keluhannya, dan saat itu juga bisa langsung ditanggapi,” katanya.
Secara kebetulan, pada saat Bunga Desaku di Mumbulsari, terjadi hujan deras, yang menyebabkan banjir.
“Gus Fawait langsung turun ke lokasi, dan mendatangkan alat berat untuk menangani penyebab banjir,” tegasnya.
Sarana Menampung Usulan Masyarakat
Siswono menegaskan bahwa program Bunga Desaku, menjadi sarana menampung usulan masyarakat untuk program tahun mendatang (2027).
“Masyarakat bisa langsung menyampaikan usulannya kepada Bupati, yang langsung dicatat oleh para Kepala OPD yang turut hadir,” katanya.
Seperti usulan petani, untuk menangani perbaikan tanah pertanian yang sudah mulai masam, dan kurang produktif, petani mengusulkan perlunya pupuk Organik.
“Bupati menegaskan permasalahan pupuk organik diserahkan langsung kepada para kelompok tani, karena Bupati tidak ingin bersaing dengan kelompok tani,” tandasnya.
Sepakat Lanjutkan
Berdasarkan berbagai pertimbangan, baik kekurangan maupun manfaatnya, Siswono bersepakat agar program Bunga Desaku ini dilanjutkan, agar buah dari pembangunan Jember dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kami, bersama partai pengusung Bupati Jember, bersepakat untuk mendukung program Bunga Desaku ini,” tegasnya.
Meski, dalam pelaksanaannya memang membutuhkan dana besar, karena memobilisasi seluruh kalangan masyarakat.
“Ya, saya kira Penggunaan dana besar, sebanding dengan hasil yang di capai,” ujarnya.
Kalaupun masih ada kekurangan dalam pelaksanaannya, menurut Siswono, masih dalam garis yang masih wajar.
“Ya, kan maklum masih Gus Bupati, masih satu tahun menjalankan pemerintahan, pasti ada kekurangannya,” ujarnya.
Kalaupun ada kritik dan saran, untuk perbaikan bersama, Siswono menyarankan agar disampaikan secara konstruktif dan santun.
“Jadi jangan asal saja. Dan alangkah lebih baiknya mencermati terlebih dahulu, dengan mengikuti seluruhrangkaian programnya, baru bisa menilai secara objektif,” pungkasnya. (#)





