19.6 C
East Java

Ketua Komisi B DPRD Jember Dorong Festival Pegon 2026: Eman Kalau Anggarannya Dipangkas 

JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Disporabudpar kembali menggelar event budaya tahunan, Festival Pegon, pada Sabtu (28/03/2026).

Bermula Dari Tradisi

Pegon adalah alat transportasi tradisional, yang mulai dikenal sejak tahun 1800-an.

Kendaraan ini ditarik oleh satu atau dua ekor sapi, yang dikendalikan oleh ‘Bajingan”, sebutan lain dari pengendali Pegon.

Tradisi arak arakan Pegon, sudah dikenal sejak tahun 1980-an, yang biasa digelar tujuh hari setelah hari Raya Idul Fitri.

Hingga kini, masyarakat dan wisatawan dapat menikmatinya secara konsisten setiap tahun.

Kegiatan Arak-Arakan Pegon telah menjadi budaya yang hidup di kalangan masyarakat pesisir selatan Jember.

Biasanya, warga sekitar pesisir membawa makanan untuk dinikmati bersama di pinggir pantai Watu Ulo dan Papuma.

Menurut Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember Candra Ary Fianto, kegiatan ini, tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

“Tahun kemarin (2025) kegiatan ini sempat tidak mendapatkan support Pemerintah Kabupaten, karena alasan adanya efisiensi anggaran,” katanya.

Perjuangkan Anggaran

Karenanya, Komisi B DPRD Kabupaten Jember berjuang agar kegiatan Festival Pegon, pada tahun 2026, mendapatkan support anggaran, melalui APBD.

“Kami sudah memperjuangkan melalui Dinas Porabudpar, untuk menganggarkan kegiatan tersebut sebesar Rp 200 juta,” ujarnya.

Anggaran ini, diharapkan dapat mendorong terselenggaranya kegiatan tersebut lebih berdayaguna, untuk kepentingan masyarakat.

“Namun, kami mendengar kabarnya ada pemangkasan anggaran hingga hanya tersisa Rp 7 juta saja,” katanya.

Legislator PDI Perjuangan itu, menyayangkan pemangkasan anggaran tersebut.

‘Padahal, dukungan yang optimal dapat mengembangkan sektor pariwisata secara berkelanjutan serta memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.

Bakal Gelar RDPU

Menyikapi adanya pemangkasan tersebut, kondisi Candra akan segera berkomunikasi dengan pimpinan DPRD.

“Kami akan mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama dinas terkait, untuk mendapatkan informasi seutuhnya,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dirilis media, Festival Pegon tahun 2026, hanya diikuti oleh 36 Pegon saja, dari yang biasanya ratusan.

Arak arakan Pegon ini, bisanya diberangkatkan  dari Balai Desa Sumberejo menuju Pantai Watu Ulo.

Setelah sampai di Pantai Watu Ulo, mereka menikmati bekal makanan yang telah dibawanya, berupa ketupat, lontong sayur, serta jenis makanan tradisional lainnya.

Selain itu, untuk memeriahkan suasana , juga akan digelar kesenian tradisional reog.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Porabudpar Kabupaten Jember Bobby Arie Sandy belum berhasil dikonfirmasi. (#)

  • Pewarta: Selamet Hariyadi
  • Editor: Miftahul Rachman
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img