18.6 C
East Java

Lantik 190 Pejabat Administrator, Gus Fawait Tekankan Pelayanan Publik Tanpa Pungli, Janji Tak Potong TPP

JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), resmi melantik sejumlah 190  pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember, pada Jum’at (23/1/2026).

Prosesi pelantikan yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha tersebut berjalan khidmat dan lancar.

Pelantikan ini dilakukan sebagai langkah responsif terhadap perubahan Peraturan Daerah (Perda) terkait Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK).

Menurut Gus Bupati, pergeseran jabatan ini merupakan kebutuhan organisasi untuk menyesuaikan dengan aturan terbaru.

Fokus pada Kesejahteraan ASN dan Ruang Fiskal

Dalam sambutannya, Gus Fawait memberikan pesan kuat terkait komitmennya dalam menjaga kesejahteraan ASN. Beliau menegaskan tidak akan memotong Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi para pejabat, meski hal tersebut sebenarnya bisa menjadi celah untuk memperluas ruang fiskal daerah hingga puluhan miliar rupiah.

“Kenapa saya tidak menurunkan secara gampang untuk mendapatkan ruang fiskal? Bisa saja saya kurangi TPP, lumayan sekian puluh miliar bisa kita peroleh. Karena saya yakin kalau ASN-nya bahagia, kalau ASN-nya diperhatikan, pasti memberikan pelayanan publik sebaik mungkin kepada masyarakat Jember,” tegas Gus Fawait.

Inovasi Peta Cinta dan Layanan Adminduk di Kecamatan

Memasuki tahun 2025, Kabupaten Jember menunjukkan tren positif dan menjadi salah satu yang terbaik di Jawa Timur, khususnya di wilayah Tapal Kuda. Untuk mempertahankan prestasi tersebut, Gus Bupati meluncurkan program “Peta Cinta”.

Inovasi ini fokus pada pembenahan administrasi kependudukan (Adminduk) yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat. Jember kini menjadi kabupaten pertama yang mengalihkan secara penuh pelayanan Adminduk hingga ke tingkat kecamatan.

Peringatan Keras Terhadap Pungli

Gus Bupati memberikan instruksi khusus kepada para camat dan pejabat yang baru dilantik untuk mengawal proses pembuatan KTP dan dokumen lainnya agar bebas dari praktik pungutan liar (pungli).

“Kalau ada kebijakan bagus seperti ini tolong dikawal. Jangan sampai dipersulit lagi, jangan sampai ada pungli. Apalagi hari ini sudah ada saluran ‘Wadul Gus’e’,” tegasnya, sebagai pengingat bahwa masyarakat kini memiliki kanal pengaduan langsung.

“Dengan pelantikan ini, diharapkan birokrasi di Kabupaten Jember semakin solid dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” tutupnya. (#)

  • Pewarta: Sundari Rianto
  • Editor: Miftahul Rachman 
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img