19.9 C
East Java

Jembatan Putus di Desa Tisnogambar: Pemdes  Tak Mampu Biayai, Warga Patungan Bangun Swadaya

JEMBER, JEMPOLINDO.IDJembatan, yang selama ini  sebagai akses utama warga Dusun Sira’an, Desa Tisnogambar Kecamatan Bangsalsari,  kondisinya memprihatinkan.

Jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian warga tersebut putus total sudah hampir 1 tahun.

Mirisnya, karena keterbatasan anggaran desa dan belum adanya respon dari pemerintah kabupaten, warga terpaksa membangun kembali jembatan tersebut secara swadaya.

Pantauan media ini, pada Rabu (31/12/2025), kondisi jembatan itu dibangun ala kadarnya. Hanya terdiri dari susunan bambu dan kayu.

Akibat Truk Melebihi Muatan

Berbeda dengan anggapan umum bahwa kerusakan disebabkan bencana alam, jembatan ini roboh akibat faktor eksternal. Menurut Hendrik, salah satu warga Dusun Sira’an, jembatan lama ambrol saat sebuah truk bermuatan pasir melintas.

Nikah elebedin truk pasir truk lebet geger tak kuat, Sopireh alhamdulillah slamet ,sopireh nggi lokah lokah,” kata Hendrik dalam bahasa madura.

Gotong Royong dan Dana Pribadi Warga

Lelah menunggu kepastian dari pemerintah, warga Dusun Sira’an akhirnya mengambil langkah nyata.

Selama kurang lebih lima bulan terakhir, proses pembangunan jembatan dilakukan secara gotong royong dengan biaya yang sepenuhnya berasal dari kantong pribadi masyarakat.

Nikah masyarakat se abangun,gotong royong,kajuh perreng dari masyarakat kabbi,nikah e poger kabbi penggiren“Kata Hendrik dalam bahasa madura.

Langkah ini diambil, karena jembatan tersebut merupakan akses krusial bagi para petani dan aktivitas ekonomi antar desa.

Selama jembatan terputus, warga harus menempuh rute memutar yang panjang, yang secara otomatis menghambat distribusi hasil tani dan mobilitas harian.

Perwakilan Pemerintah Desa (Pemdes) Tisnogambar Eddy, mengaku telah berupaya mengajukan bantuan ke tingkat kabupaten sebanyak dua kali.

Namun hingga kini belum membuahkan hasil. Pihak desa menegaskan bahwa anggaran Dana Desa (DD) tidak akan mencukupi untuk proyek sebesar itu, terlebih pagu DD saat ini sedang mengalami penurunan.

“Kalau pakai anggaran desa, kami tidak mampu. Kami sudah dua kali mengajukan ke kabupaten, tapi belum ada respon,” ujar Eddy.

Desa memposisikan diri sebagai mediator yang menyampaikan aspirasi warga ke instansi yang lebih berwenang.

“Desa minta karena kebutuhan masyarakat umum. Kalau jembatan itu putus, warga harus memutar sangat jauh,” tambahnya.

Kepada media ini, pihak Pemdes Tisnogambar berharap  proposal pembangunan yang telah diajukan dapat  segera terealisasi.

“Harapannya, instansi terkait bisa segera turun tangan. Ini murni kebutuhan masyarakat agar aktivitas ekonomi kembali normal,” tutupnya. (#)

  • Pewarta: Sundari
  • Editor: Miftahul Rachman
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img