JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Penyebab turunnya produktivitas pertanian di Kabupaten Jember, gegara rusaknya 70 Persen Infrastruktur jalan.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait, saat menggelar acara Pro Gus’e, di Kantor Dinas PTHP Jember, pada Senin (22/12/2025).
Pada kesempatan itu, Bupati Jember hadir didampingi Penjabat Sekda, Kepala BPJS Ketengagakerjaan, seluruh perangkat OPD, camat, kepala desa, ketua kelompok tani, serta tamu undangan.
Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Jember, menyayangkan, dibidang pertanian, kini Kabupaten Jember turun menjadi peringkat ke empat hingga ke lima.
“Kita kalah dibanding dengan kabupaten lain, Padahal lahan pertanian kita jauh lebih luas,” ujarnya.
Rusaknya infrastruktur jalan, telah berimbas pada penurunan hasil panen.
“Kondisi ini harus kita tangani bersama,” tegasnya.
Sebelumnya, informasi tentang jalan di Jember, yang diklaim sudah baik, ternyata, tingkat kerusakannya masih cukup besar.
“Setelah kita cek, ternyata masih banyak jalan jalan yang rusak parah,” katanya.
Perbaikan Infrastruktur Butuh Anggaran Besar
Untuk memperbaiki kerusakan infrastruktur jalan itu, membutuhkan anggaran sebesar Rp. 1,2 Triliun.
“Kita tidak bisa selalu mengandalkan APBD Jember. Untuk menutupi kebutuhan anggaran tersebut,” ujarnya.
Untuk itu, Gus Fawait melakukan lobi intensif kepada Pemerintah Pusat agar pembangunan dapat terealisasi secara bertahap.
“Lobi lobi itu, maka dapat kita wujudkan pembangunan infrastruktur jalan, dan pembangunan lainnya,” katanya.
Gus Fawaid juga menegaskan komitmen politiknya untuk memajukan daerah.
“Terlebih saya sebagai kader Pak Prabowo Subianto, saya akan lakukan apa saja untuk kemajuan Jember agar semakin baik,” tambahnya.
Ia berharap ke depan tidak ada lagi jalan rusak dan infrastruktur pertanian dapat berfungsi optimal.
“Semoga kedepan tidak ada lagi jalan yang rusak, infrastruktur pertanian dapat berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Dalam upaya mewujudkan harapan itu, maka diperlukan kerjasama semua pihak, termasuk dukungan dan doa seluruh lapisan masyarakat Jember.
“Kami mohon doa dan dukungan penuh dari seluruh masyarakat Jember, untuk Jember Baru, Jember Maju,” harapnya.
Sinergi Dengan Pemerintah Pusat
Upayanya, merupakan bagian tak terpisahkan dengan kebijakan Pemerintah Pusat, dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan.
“Program ini dapat dilihat secara konkret melalui berbagai kebijakan yang telah berjalan, termasuk penyaluran bantuan alat pertanian, kendaraan, bibit, dan benih kepada petani,” tegasnya.
Sinergitas dan koordinasi bersama Pemerintah Pusat, telah melahirkan kebijakan yang terarah, dengan anggaran yang lumayan besar.
“Inilah anggaran terbesar untuk pembangunan pertanian dalam 40 tahun terakhir di Jember,” ujarnya.
Peranan Bandara Notohadinegoro
Dalam meningkatkan komunikasi bersama pemerintah pusat, peranan Bandara Notohadinegoro, yang telah diaktifkannya, dengan jalur penerbangan Jakarta – Jember PP, dan Jember – Denpasar PP, adalah cukup vital.
“Aktifnya Bandara Notohadinegoro, cukup membantu mempercepat proses pembangunan di Kabupaten Jember, dalam segala sektornya,” ungkapnya.
Kedepan, Gus Fawait bertekad untuk bekerja lebih baik lagi, untuk kepentingan masyarakat Jember.
“Bersama para OPD, TP3D, kami bertekad akan bekerja lebih baik lagi, pada tahun tahun mendatang,” tandasnya. (#)
- Pewarta: Selamet Hariyadi
- Editor: Miftahul Rachman





