22.1 C
East Java

Bantu Warga Terdampak Banjir Jember, Indi Naidha Soroti Minimnya Anggaran dan Alat Evakuasi BPBD

JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember, Indi Naidha, bantu warga terdampak banjir, di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, pada Selasa (16/12/2025).

Sebelumnya, curah hujan tinggi, menyebabkan debit air  aliran Sungai Bedadung meluap,  pada Senin (15/12/2025).

Diketahui, setidaknya terdapat 21 titik pemukiman warga yang terdampak banjir. Kondisi ini mendorong Indi Naidha untuk turun langsung ke titik lokasi terdampak banjir.

Ditemui dilokasi terdampak banjir, Indi menegaskan komitmen partainya untuk tetap berada di tengah masyarakat, sekaligus memberikan catatan kritis terkait kesiapan mitigasi bencana di Kabupaten Jember.

Instruksi Partai,Siaga 24 Jam

Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Jember itu  menyampaikan, bahwa kehadirannya merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum PDI Perjuangan, agar seluruh kader dan anggota fraksi sigap melayani masyarakat, terutama saat terjadi bencana.

“Kami dilarang keluar daerah agar bisa tetap siaga 24 jam di tengah rakyat, merasakan penderitaan mereka, dan memastikan bantuan tersalurkan dengan cepat,” ujar Indi.

Evaluasi Anggaran dan Fasilitas BPBD

Dalam tinjauan lapangan tersebut, Indi menemukan kendala serius pada aspek teknis evakuasi. Ia menyoroti minimnya alokasi anggaran operasional pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember yang dinilai tidak ideal.

Dari total anggaran sekitar Rp 8 Miliar, sebanyak Rp 5 Miliar terserap untuk belanja pegawai, sehingga hanya tersisa sekitar Rp 3 Miliar untuk penanganan bencana.

Ditemukan fakta bahwa peralatan dasar seperti cangkul dan sekop sangat minim. Bahkan, pompa air yang digunakan warga untuk menyedot genangan air dalam kondisi rusak (selang bocor).

Dengan lebih dari 45 KK terdampak di satu titik, fasilitas yang ada saat ini dianggap sangat kurang untuk menangani 20 titik bencana lainnya di Jember.

“Bagaimana pelayanan bisa maksimal jika alatnya tidak memadai? Kami akan berjuang keras di legislatif agar mitra kerja kami (BPBD) didukung dengan anggaran dan alat yang layak,” tegasnya.

Aksi Nyata dan Kolaborasi Relawan

Selain melakukan pengawasan, Indi Naida juga menyalurkan bantuan logistik secara langsung. Sebanyak 150 kotak makanan siap saji dan puluhan dus air mineral didistribusikan ke beberapa titik banjir secara bertahap.

Ke depannya, ia mendorong adanya integrasi yang lebih kuat antara BPBD dengan para relawan.

“Kami akan mengupayakan agar para volunter (relawan) dapat terkoordinasi dengan baik masuk ke dalam sistem BPBD, sehingga penanganan di lapangan bisa lebih cepat merespons kebutuhan warga,” tutupnya. (#)

  • Pewarta: Sundari
  • Editor: Miftahul Rachman
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img