JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Menyambut Hari Perkebunan Nasional 2025, ke-68, 10 Desember, PDP Kahyangan Jember, siap berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat Wujudkan Ketahanan Pangan
Menjelang peringatan Hari Perkebunan Nasional yang diperingati setiap 10 Desember, semangat membangun sektor perkebunan dan pangan terus bergelora.
Di Kota Seribu Bukit ini, Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan menyatakan kesiapan penuhnya, untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat guna mendukung dan mempercepat terwujudnya program strategis ketahanan pangan nasional.
Seperti yang juga menjadi komitmen Bupati Jember Muhammad Fawait, dalam menopang ketahapan pangan nasional.
Komitmen ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama PDP Kahyangan Jember, Sofyan Sauri, saat bertemu pada acara Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa /Kelurahan) di Kecamatan Tempurejo, pada Minggu (14/12/2025).
PDP Kahyangan, sebagai salah satu tulang punggung ekonomi perkebunan di Jawa Timur, menegaskan perannya tidak hanya sebagai penggerak ekonomi daerah, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan komoditas perkebunan.
“Kami di PDP Kahayangan memiliki infrastruktur, lahan, sumber daya manusia, dan tekad yang kuat. Menyambut Hari Perkebunan Nasional tahun ini, kami ingin memperkuat sinergi dengan program-program Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, dan Badan Pangan Nasional,” paparnya.
“Kolaborasi ini kunci untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan distribusi hasil perkebunan secara lebih merata dan berkelanjutan,” imbuh Sofyan.
Kolaborasi yang dimaksud meliputi beberapa fokus komoditas akan tetap pada kekuatan lokal Jember seperti, kopi, kakao, karet, dan tebu, yang disinergikan dengan program lumbung pangan nasional.
“Kami sudah mengembangkan komoditas tebu, yang kami kelola sendiri,” katanya.
Untuk selanjutnya, PDP Kahyangan akan meminta perluasan untuk tanaman Jagung, dari yang semua 343 hektar, akan ditambah 47 hektar.
“Kami sudah sampaikan melalui Sekda Jember, Jadi luasnya, sekitar 400 an hektar, untuk tanaman jagung,” ujarnya.
Selama ini, sudah ada beberapa luasan lahan, yang dimitrakan dengan masyarakat sekitar.
“Khususnya untuk tanaman jagung, setidaknya kami sudah mendapatkan keuntungan dari pola kemitraan itu,” katanya.
Namun, rencana itu masih harus mempertimbangkan ekosistem dan regulasinya, karena kor bisnis PDP Kahyangan adalah tanaman perkebunan.
“Nanti kita kaji dulu, apakah regulasi dan ekosistemnya memungkinkan untuk dikembangkan,” katanya.
Ekosistem, menjadi pertimbangan utama, agar pengembangan pada sektor tanaman lainnya, diluar kor bisnis yang sudah ada, tidak menimbulkan masalah.
“Ini, harus kita kaji betul, agar rencana pengembangan bisnis tanaman, tidak menimbulkan masalah lingkungan,” tandasnya.
Manajemen PDP Kahyangan pada tahun 2025 ini, mengalami surplus, dari yang semula 87 juta, direncanakan akan meningkat menjadi 500 juta.
“Saya belum lihat, sampai akhir Desember ini berapa total surplusnya,” ujarnya.
Dukungan Publik
Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
Pemerintah Daerah Jember menilai inisiatif PDP Kahyangan sejalan dengan visi pembangunan Jember sebagai kota agrobisnis yang maju dan mandiri.
Kolaborasi antara BUMD dengan Pemerintah Pusat dinilai akan membuka akses yang lebih luas terhadap pendanaan, teknologi, dan pasar.
“Di momentum Hari Perkebunan Nasional ini, semangat gotong royong antara pusat dan daerah melalui entitas seperti PDP Kahayangan sangat dibutuhkan. Ketahanan pangan bukan hanya soal beras, tetapi juga tentang kemandirian dan keberlanjutan seluruh rantai nilai produk perkebunan. Ini akan memperkuat fondasi ekonomi nasional dari akar rumput,” tandas seorang analis ekonomi pertanian setempat.
Dengan komitmen ini, PDP Kahyangan Jember berharap dapat memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi peningkatan kesejahteraan petani dan perekonomian daerah, tetapi juga menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan nasional yang tangguh dan berdaulat. (#)
- Pewarta: Selamet Hariyadi
- Editor: Miftahul Rachman





