17.6 C
East Java

Bupati Jember Tinjau Penyaluran Bansos DBHCHT di BIN Cigar 

Jember, Jempolindo.id – Bupati Jember Muhammad Fawaid, yang akrab disapa Gus Fawaid, menyerahkan bantuan sosial (bansos) secara simbolis di PT Bos Image Nusantara (Bin) Cigar, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, pada Jum’at (28/11/2025).

Bansos
Keterangan Gambar: sejumlah KPM yang sedang menerima bantuan sosial dari DBHCHT Jember

Saat menyerahkan bantuan, Bupati Jember didampingi oleh Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Jember, Plt Camat Sukorambi Musyaffa, Kepala Desa Jubung Bhisma Perdana, Direktur PT BIN Cigar Imam dan TP3D Kabupaten Jember.

Penyaluran bansos yang berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025 itu sebagai bentuk dukungan nyata bagi petani dan pekerja tembakau yang menjadi penopang industri lokal.

Seperti diketahui, Sektor pertembakauan merupakan nadi perekonomian Jember. Karenanya, seyogjanya mendapat perhatian serius melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen memperluas program perlindungan sosial.

Salah satu realisasinya adalah dengan mengikutsertakan lebih dari 40 ribu petani tembakau di Jember dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Kalau terjadi apa-apa, kecelakaan atau bahkan meninggal dunia, ada santunannya. Tapi mudah-mudahan semuanya panjang umur,” ujar Gus Fawaid.

Pada tahun 2025, bantuan DBHCHT disalurkan kepada 39.490 penerima, dengan nominal Rp 1 juta per orang, khusus bagi pekerja dan masyarakat yang terlibat langsung di sektor pertembakauan.

Sebanyak 275 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM), hadir sebagai perwakilan dalam acara tersebut, sementara sisanya akan menerima bantuan melalui mekanisme yang telah disiapkan pemerintah daerah.

Rincian Penerima Bantuan DBHCHT 2025:

  • Total Penerima: 39.490 orang
  • Nominal: Rp 1.000.000 per orang
  • Perwakilan yang Hadir: 275 orang
  • Sasaran: Petani, buruh pabrik, pekerja gudang, dan pelaku sektor tembakau lainnya

Bupati Jember juga menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini murni untuk kepentingan masyarakat, bukan agenda politik.

“Ini bukan urusan politik. Pilkada sudah selesai, Pilpres juga selesai. Ini murni untuk masyarakat,” tegasnya.

Selain BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah juga memastikan para petani dan pekerja mendapatkan jaminan kesehatan melalui program Jember UHC Prioritas, sehingga mereka memiliki kepastian layanan kesehatan ketika sakit.

Meski tidak merinci total anggaran DBHCHT 2025, Bupati Jember memastikan bahwa seluruh penggunaannya diarahkan untuk sektor yang bersentuhan langsung dengan pertembakauan dan kesejahteraan masyarakat Jember.

Di akhir acara, Gus Fawaid berpesan agar bantuan ini dimanfaatkan dengan baik.

“Mudah-mudahan bermanfaat. Dipakai untuk kebutuhan keluarga, jangan untuk hal-hal yang tidak perlu,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar industri tembakau Jember terus tumbuh, sehingga dapat memperluas dampak positif bagi perekonomian daerah serta memperkuat sistem perlindungan bagi masyarakat di sektor ini.

Menerima bantuan itu, Bu Hamimah alias Bu Yusron, Warga Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi, mengaku bahagia, karena bisa digunakan untuk meringankan beban keluarga.

“Alhamdulillah, saya menerima satu juta, bisa buat beli sembako,” katanya.

Sebagai ungkapan rasa bahagianya Bu Hamimah mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Jember, yang telah memperhatikan Kesejahteraan masyarakat kecil.

“Terimakasih kepada Gus Fawait, semoga panjang umur,” ucapnya. (#)

  • Pewarta: Selamet Hariyadi
  • Editor: Miftahul Rachman 
Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img