18.8 C
East Java

Ruang Kelas Ambruk, Siswa SDN 05 Curahkalong Belajar di Ruang Darurat 

Jember, Jempolindo.id – SDN 05 Curahkalong, terletak di Dusun Sumberklopo Desa Curahkalong Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. 

Jarak tempuh dari jalan raya Nasional Jember – Surabaya, menuju lokasi sekolah itu, sekira 13,2 Km, yang membutuhkan waktu perjalanan 30 menit.

Untuk sampai kelokasi, reporter jempolindo, harus melewati jalanan yang sudah rusak parah. Melintasi jalanan perkebunan swasta.

Cuaca sedang mendung, siswa siswi ada yang sedang bermain dihalaman, ada yang masih mengerjakan tugas kelas.

Diruang kelas darurat itu, para siswa belajar tanpa fasilitas yang memadai. Mereka menulis dilantai, tanpa meja dan kursi.

Kondisi yang memperihatinkan itu, disebabkan salah satu ruang kelas yang ambruk.

Pantauan dilapangan, Kondisi ruang yang ambruk, sudah tak beratap, dengan tembok yang penuh lumut.

SDN 05 Curahkalong
Keterangan Gambar: Kondisi ruang kelas 3 SDN 05 Curahkalong yang sudah lama roboh

Bahir, seorang Guru kelas, yang sedang bersiap untuk pulang, sempat memberikan keterangan kepada media ini.

Kata Bahir, ruang Kelas 3 sudah sejak tahun 2019, mengalami roboh. Sehingga siswa siswi harus belajar di ruang perpustakaan, dalam kurun waktu lebih dari 5 tahun berselang.

“Bangunan tersebut belum pernah direnovasi sejak sebelum pandemi Corona sekitar tahun 2019 dan hingga kini belum ada perhatian khusus,” ujar Bahir, yang dijumpai diruang kelas, pada Jum’at (21/11/2025).

Akibat insiden robohnya kelas, kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa harus disiasati.

“Yang pasti, yang roboh itu kelas 3,” ungkap Bahir guru kelas.

Untuk memastikan siswa tetap bisa menerima pelajaran, sekolah mengambil langkah darurat, Kelas 3 dialihkan untuk sementara ke perpustakaan.

Sekolah hanya memiliki 5 kelas secara total, yang artinya hilangnya satu kelas telah menyebabkan krisis ruang belajar yang serius.

Dengan hanya 5 kelas yang tersedia dan satu di antaranya roboh, sekolah kini kekurangan satu ruangan untuk memenuhi kebutuhan belajar seluruh siswanya.

Pernah dilakukan renovasi, terakhir sebelum masa pandemi tahun 2019.

“Sampai sekarang belum ada lagi bantuan untuk memperbaiki rumah kelas yang rusak,” ujarnya.

Sementara pihak sekolah baru menerima bantuan berupa papan tulis digital. Sedangkan, kebutuhan merehabilitasi ruang kelas yang roboh tersebut tidak dapat ditunda lagi.

Untuk itu, Nurudin, tokoh masyarakat Curahkalong, memandang perlu agar pemerintah Kabupaten Jember melalui dinas terkait, memberikan perhatiannya.

“Mengingat keselamatan dan kualitas pendidikan ratusan siswa menjadi taruhannya,” ujar Nurudin.

Dinas Pendidikan setempat, kata Nurudin perlu meninjau kembali data kerusakan sekolah dan memprioritaskan sekolah-sekolah yang terancam ambruk.

“Agar tidak ada lagi siswa yang terpaksa belajar di tempat darurat,” tegasnya. (#)

  • Reporter : Sundari
  • Editor: Miftahul Rachman 
Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img