25.2 C
East Java

Kunjungi Sekolah Rakyat Jember, Gubernur Jatim: Fasilitas SR Standar Internasional 

Jember, Jempolindo.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, kunjungi Sekolah Rakyat (SR) Jember, di Kecamatan Kreongan, pada Kamis (31/07/2025).

Kedatangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indah Parawansa, didampingi Bupati Jember Muhammad Fawaid, Plt Sekda Jupriono, Dandim 0824, Kepala Dinas Pendidikan Hadi Mulyono, dan Kepala OPD terkait.

Gubernur juga membagikan perlengkapan sekolah kepada siswa Sekolah Rakyat, berupa sepatu dan peralatan kebutuhan mandi siswa.

Saat meninjau langsung kesiapan Sekolah Rakyat di kabupaten Jember, yang berdiri diatas lahan seluas 9 hektar, Khofifah menjelaskan bahwa SR dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, berstandar Internasional.

“Bangku, peralatan sekolah, laboratorium IPA, Lab Komputer hingga nanti ada kolam renangnya,” katanya.

SR yang ada di Jember merupakan SR terintegrasi, dengan dua layanan, yakni Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang akan diluncurkan pada tanggal 15 Agustus 2025.

“Tetapi kemungkinan akan dipercepat, tanggal 5 Agustus,” ujar Kholifah.

Saat melihat siswa yang berada di asrama, tampak para siswa SR kelihatan ceria dan bahagia.

“Kalau tadi saat didalam kamar, keliatan anak anak ceria, bahagia, semoga kebahagiaan mereka menjadi semangat belajar, dan menjadi kebahigaan kita semua,” katanya.

Siswa yang bisa masuk SR, mereka yang terklasifikasi anak kurang mampu, desil 1 dan 2. Kalaupun naik Desil 3.

“Nanti yang mendesign Dinas Sosial. Paling tinggi bisa saja desil 5,” katanya.

SR Jember merupakan SR ke 15 di Jawa Timur, yang telah dikunjungi Khofifah. Sejak tanggal 14 Juli, sudah ada 12 SR yang beroperasi.

“Ada 1 SR yang akan beroperasi pada tanggal 1 Agustus,” jelasnya.

Khofifah berharap SR menjadi kesempatan bagi anak anak kurang mampu, untuk mengakses pendidikan berkualitas.

“Semua sudah disediakan, asrama, seragam gratis, makan tiga kali,” katanya.

Kalaupun ada yang masih mengundurkan diri, Khofifah menganggapnya wajar, karena mungkin masih ada orang tua yang mengkhawatirkan anaknya.

“Ya wajar saja, ini kan program baru, masih ada orang tua, yang keberatan anaknya berada di asrama,* ujarnya.

Untuk menjadi tanggung jawab bersama, untuk menyampaikan informasi yang benar tentang SR.

“Kita harus bisa menyampaikan informasi, bahwa SR adalah bukti kehadiran negara untuk anak anak Bangsa,” ujarnya.

Sekolah Rakyat Jember Unik

Kepala Sekolah SR Sri Kartika menjelaskan, ada 78 siswa, terdiri dari 34 Siswa SD dan 34 Siswa SMP.

“Tetapi jumlah ini akan terus bertambah,” yakinnya.

Sri Kartika membenarkan ada siswa SR yang mengundurkan diri, karena alasan tidak segera dimulai.

“Ya ini kan program baru ya, memang masih belum dimulai, sehingga ada orang tua yang masih mempertanyakannya,” ujarnya

Sebenarnya, peminat yang akan mendaftar SR sangat banyak, tetapi terkendala persyaratan, diutamakan anak anak yang masuk kemiskinan ekstrim, desil 1 dan 2.

“Jadi yang tidak masuk desil dan 1 dan 2, belum bisa diterima,” katanya.

SR tidak membuka pendaftaran, tetapi menerima peminat sepanjang tahun.

“Bagi yang membutuhkan, anak anak terlantar, kapanpun bisa diterima, jadi kami sebenarnya tidak membuka pendaftaran,” tegasnya.

Kurikulum yang diajarkan, sebenarnya tidak berbeda dengan sekolah pada umumnya, hanya saja SR memiliki keunikan tersendiri.

“Kami lebih mengedepankan kemampuan dan minat anak, jadi lebih kepada talennya,” katanya.

Hanya saja masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) lebih lama, karena masih harus dilakukan pendekatan psikologis anak.

“Kami dibantu Pak Ary Ginanjar, dengan aplikasi AI, untuk mendeteksi minat dan bakat anak,” jelasnya.

Sehingga, muatan lokal antara SR di masing masing daerah, juga tidak sama.

“Antara daerah yang satu dengan lainnya, berbeda, menyelesaikan dengan keunikan masing-masing,” tandasnya. (Slmt)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img