Jember, Jempolindo.id – Dampak Krisis BBM di Jember, mulai merembet ke berbagai sektor, termasuk pengelola Rentcar Mobil.
Baca juga: Tanggulangi Efek Domino Krisis BBM, Bupati Jember Gercep
Seperti disampaikan Marta Retno Wulan, warga Kebonsari Jember, yang mengaku sejak ditutupnya Jalan Gumitir, pasokan BBM ke Jember mengalami krisis.
Marta mengelola 10 mobil, biasanya tiap hari jalan 5 hingga 7 mobil.
“Gara gara krisis BBM penyewa mobil berkurang, karena takut tidak mendapatkan BBM,” ujarnya.
Sedangkan mobil yang disewa orang, kembalinya ke garasi mobil, BBM nya sudah berkurang.
“Mereka takut ngantri di pom bensin,” ujar Marta.
Kondisi ini sudah terjadi selama 5 hari berjalan. Akibatnya dia mengalami kerugian rata rata 1 hingga 2 juta per hari.
“Mana masih harus bayar cicilan mobil,” ujarnya.
Ibu 4 anak itu mengatakan, usaha Rentcar yang dikelolanya, merupakan penopang utama ekonomi rumah tangganya.
“Sudah pasti kami kelimpungan, menghadapi situasi ini,” katanya.
Karenanya, Marta meminta agar ada kebijakan yang mengatur pembatasan pembelian BBM di SPBU.
“Sehingga roda perekonomian masih bisa jalan,” ujarnya.
Menyikapi situasi ini, Marta bersama emak emak berencana mengadu kepada Bupati Jember atau DPRD Kabupaten Jember.
“Agar mereka mengerti situasi yang kami alami,” ujarnya.
Diketahui, sejak Tanggal 24 Juli hingga 25 September 2025, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menutup total jalan Gumitir. Karena ada perbaikan jalan sepanjang 115 meter di wilayah Gunung Gumitir.
Jalan tersebut merupakan akses utama jalan dari Banyuwangi menuju Jember, dan sebaliknya.
Dampak dari penutupan itu, menyebabkan kemacetan jalan dari arah Banyuwangi menuju Jember, melalui Situbondo.
Bupati Jember Muhammad Fawait sebenarnya sudah meminta Pertamina untuk segera membantu penanganan krisis itu.
Bahkan, dikabarkan Pertamina sudah memberikan bantuan pasokan dari Depo Malang dan Surabaya, untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Jember sebanyak 700 Kiloliter perhari.
Masih belum terurainya krisis BBM di Jember, mendorong Gus Fawait membuat edaran sekolah daring dan Karyawan Pemkab Jember bisa menjalankan aktivitasnya dari rumah (Work From Home). (MR)





