BerandaBeritaPostur APBD 2022 Kabupaten Jember, Ini Kata Bupati Hendy

Postur APBD 2022 Kabupaten Jember, Ini Kata Bupati Hendy

- Advertisement -spot_img

JemberPostur APBD 2022 Kabupaten Jember menurut Bupati Jember Hendy Siswanto,masih fokus pada pembangunan infrastruktur, dan tinggal menambah sedikit lagi sudah masuk ke sektor pariwisata.  Penjelasan itu disampaikan Bupati Hendi  usai penetapan Rancangan APBD 2022  menjadi Perda APBD 2022 di Gedung DPRD Kabupaten Jember. Kamis (18/11/2021)

“Infrastruktur, pertanian dan pariwisata tetap kita pertahankan, karena merupakan kekuatan Jember,” tegasnya.

Menanggapi masukan pandangan ahir Fraksi DPRD Jember, yang banyak menyoroti pembangunan infrastuktur, Bupati Hendy membenarkan bahwa pembangunan infrastruktur ada di perbaikan jalan.

“Ya memang pekerjaan infrastruktur masih banyak (yang belum terselesaikan),” katanya.

Namun, menurut Bupati Hendy memang belum masuk kepada pekerjaan yang mengunakan Kontrak Tahun Jamak (KTJ) atau multiyears.

“Insyaallah minggu ketiga bulan Nopember sudah masuk ke tahapan pekerjaan multiyears, sekarang sedang dalam proses,” ujarnya.

Bupati Hendy mengemukakan alasan pekerjaan multiyears berada di penghujung tahun 2021, karena menurutnya memang Kabupaten Jember sejak awal tahun 2021 (di awal pemerintahan Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember KH MB Firjaun Barlaman) tidak memiliki APBD, hingga nyaris bekerja tanpa APBD.

“Untuk itu, pekerjaan prioritas perbaikan jalan sepanjang 1080 Km, memang belum ada perencanaan,” ujarnya.

Padahal tahapan pekerjaannya, kata Hendy harus melalui perencanaan, sementara kondisi keuangan Kabupaten Jember tidak jelas, karenanya muncul gagasan melalui Multiyears agar harapan masyarakat dalam memperbaiki jalan berlubang dapat terpenuhi.

“Itulah tujuannya menggunakan multiyear,” jelasnya singkat.

Harapannya, Kata Hendy semua pekerjaan yang menggunakan multiyears pada bulan mei tahun 2022 sudah akan selesai.

Hendy mengapresiasi kerja cepat Tim Anggaran Pemkab Jember dan Badan Anggaran DPRD Jember, yang mampu menyelesaikan APBD 2022 secara cepat, hingga menduduki peringkat ke tiga se Jawa Timur.

“Mungkin hanya pada periode ini, pengesahan APBD terjadi pada bulan Nopember sudah disetujui DPRD Jember,” ujarnya.

Hendy mengakui memang sempat terjadi keterlambatan pembahasan P APBD 2021, namun menurutnya bukan karena adanya keterlambatan dari Eksekutif maupun legislative, namun memang sejak awal tahun 2021, saat transisi ke pemerintahannya, sudah terjadi permasalahan yang menyebabkan terjadinya keterlambatan pembahasan.

“Tetapi begitu memasuki pembahasan APBD tahun 2022 praktis sudah memasuki kondisi normal,” tegasnya.

Hendy juga memuji  kinerja DPRD Jember, yang performanya menunjukkan tanggung jawabnya kepada para konstituennya.

“Kini tinggal eksekutif memacu kinerjanya, sehingga harapannya pekerjaan tahun 2022 sudah selesai dipertengahan tahun,” ujarnya.

Lebih lanjut Hendy akan terus meningkatkan kinerja Pemkab Jember, sehingga untuk pembahasan APBD Tahun 2023 sudah bisa selesai dibahas lebih awal.

“Kita upayakan bisa lebih awal, bisa September atau oktober (2022),” tandasnya.

Karenanya, terkait serapan, Bupati Hendy menegaskan OPD Pemkab Jember harusnya lebih bisa melakukan serapan anggaran lebih maksimal.

“Waktunya molor nih, kalau tidak mencapai 90 persen, atau 85 persen, itu opd nya gak bisa kerja,” tanadasnya.

Menanggapi kritik dari anggota DPRD Jember, Bupati Hendy menganggapnya sebagai bagian dari motivasi dan koreksi agar kinerja pada tahun berikutnya menjadi lebih baik.

“Memang pada tahun 2021 kami belum sempurna membuat perencanaannya, kalau sekarang kita akan bekerja lebih cepat lagi, karena sudah sesuai skedul, bahkan akan lebih cepat lagi,” tandasnya.

Terkait kompaknya 7 fraksi DPRD Jember yang mengkritisi lemahnya kinerja OPD, Bupati Hendy tegas menyatakan akan melakukan evaluasi.

“Saat paripurna, semua kepala dinas ikut ya , dimata saya sama saja, mau plt, plh, defenitif, sama aja, kalau gak bisa kerja ganti saja,” tukasnya.

Bupati Hendy menepis tudingan lemahnya kinerja OPD karena masih belum defenitif, sehingga berdampak pada lambatnya pengambilan keputusan.

“Ya sama aja, kenapa kok tudingannya kok ke Bupati, ya kalau gak bisa kerja silahkan saja mengundurkan diri. Gak Boleh ya,” tegasnya.

Mengenai vaksinasi Bupati Jember Hendy menegaskan Pemkab Jember sudah memiliki vaksin yang cukup banyak, sehingga diharapkan target vaksin sudah bisa tercapai, terlebih kabarnya pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timru juga akan membantu dengan vaksinator.

“Minta tolong juga kawan – kawan media, bisa membantu. Karena ini malah sudah tambah lagi target vaksinasinya, yang vaksin dosis satu harus 70 persen, sedang dosis dua 60 persen, ditambah lansia lagi,” ujarnya.

Ditanya mengenai minimnya anggaran Dispora Jember, Bupati Hendy menjawab lugas, akan ditambah kalau sudah ada prestasinya.

“Ya juara dululah, baru nanti kita akan tambah,” tegasnya.

Sedangkan mengenai rencana alokasi untuk Club House Padang Golf Glantangan, yang rencananya dialokasikan sebesar Rp 5 Milyar, Hendy kekeh mempertahankannya.

“Lho itu untuk peningkatan ekonomi kita kok,” ujarnya.  (agung)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img