Jember – Jempol – PMI Asal Jember terus berdatangan. Kali ini datang lagi sebanyak 33 orang, yang dikarantina di salah satu hotel di Jember, Selasa 11 Mei 2021. Sebelumnya, Pekerja Buruh Migran (PMI) itu telah menjalani masa karantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, selama 2 hari.
Seperti kisah Warga Sukorambi Ahmad, yang baru tiba di Hotel itu, merasakan kesal harus menjalani pemeriksaan covid 19, beberapa kali, sejak dari Malysia, hingga tiba ditanah air.
“Adoh pak, hidung sampek sakit semua, diuker terus,” katanya.
Baca juga : https://jempolindo.id/pemkab-jember-karantina-31-pmi-yang-baru-tiba-dari-luar-negeri-di-hotel-kebon-agung/
PMI Asal Jember Dikarantina Tersiksa Tapi Harus Menerima
Para PMI itu sebenarnya merasa tersiksa, harus menjalani protokol kesehatan yang ketat, meski tindakan pemerintah itu, juga tak mungkin dilawannya. Selama di Jember, menurut keterangan Ahmad, masih harus menjalani karantina selama 3 hari, sebelum menjalani pemeriksaan Covid 19 ke dua.
“Sebenarnya ya capek juga pak, tapi gimana, kalau ngelawan malah bahaya sendiri pak, biar wis kita terima saja,” katanya.
Bukan soal karantinanya, kepulangan mereka dari luar negeri, sebenarnya juga karena sudah habis kontrak, dan ingin segera sampai di rumah.
Seperti yang dikeluhkan Nasikin (bukan nama sebenarnya), warga Ledokombo, yang pulang dari Malaysia bersama istrinya. Meski sudah mendapatkan penjelasan dari petugas Pemkab Jember, yang menjemput PMI, tetap saja belum bisa menerima kenyataan itu.
“Kenyataan pahit pak, pahit, masak mau pulang ke Negara sendiri masih dikarantina berkali-kali, kan kemarin sudah di Surabaya, sekarang masih dikarantina lagi,” keluhnya.
Sambil berjalan menuju kamar yang disediakan hotel tempat karantina, Nasikin terus menggerutu, seperti tak terima dengan kenyataan yang harus dijalaninya. Pria itu tampaknya belum menerima banyak informasi tentang kebijakan karantina bagi setiap pemudik.
“Saya ini kan inginnya bisa berlebaran bersama keluarga di kampung, yah mau gimana lagi,” kesalnya.
Pulang Kampung Kangen
Sementara Katri, warga Jatiroto lor kecamatan sumberbaru itu pulang kampung setelah 9 tahun hidup di Malaysia. Perempuan itu sambil menggendong putranya, yang masih balita, terlihat capek. Aisah pulang bersama dengan tiga putra – putrinya, sedangkan suaminya masih bertahan di Malaysia.
“Anak – anak sudah pingin ketemu neneknya,” ujarnya lirih.
Terkait dengan layanan di hotel tempat karantina itu, menurut penuturan para PMI, sepertinya disiapkan 1 kamar untuk dua orang, berikut makan tiga kali sehari, bagi yang tidak berpuasa. Sedangkan bagi yang berpuasa, disiapkan makan sahur dan buka puasa.
Sementara, pihak pengelola hotel menolak untuk diminta keterangan terkait pelayanan terhadap PMI selama masa karantina.
Sementara untuk penanganan PMI selama karantina, pihak pemangku kebijakan tak ada yang bisa diminta keterangan.
Berdasar pantauan saat penerimaan PMI di Hotel itu, terlihat petugas dari Disnakertran Pemkab Jember, Camat Kaliwates dan beberapa aparat, yang belum dapat diminta keterangannya. (memet)