Petani Jember Tak Dengar Kabar Pembelian 1000 ton  Beras

  • Bagikan
Petani Jember
Foto : Pembelian gabah petani sebesar 1000 ton, dengan alokasi anggaran sebesar 10 M dari APBD Tahun 2021, boleh jadi memang menjadi kabar gembira bagi petani Jember, apalagi saat pandemic covid-19, yang sempat harga gabah anjlok.

Jember – Jempolindo.idPembelian gabah petani sebesar 1000 ton, dengan alokasi anggaran sebesar 10 M dari APBD Tahun 2021, boleh jadi  memang menjadi kabar gembira bagi petani Jember, apalagi saat pandemic covid-19,  yang  sempat harga gabah anjlok.

Hanya saja, kabar menggembirakan itu juga masih dikeluhkan sebagian kelompok tani. Seperti diungkapkan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji, Suwarno, pihaknga mengaku tidak tahu bahwa ada program pembelian beras petani.

“Saya kok gak tahu ya,” jawab Suwarno, saat dikonfirmasi Jempol melalui telepon selulernya. Selasa (01/09/2021).

Padahal, Suwarno (53) mengaku juga merupakan pengurus KTNA Kabupaten Jember. Jika memang pembelian pengadaan beras dari petani itu dikerjasamakan dengan KTNA Kabupaten Jember, seharusnya Suwarno juga mengetahui.

Demikian juga dengan Kelompok Tani di kecamatan Kencong dan Kecamatan Jombang, juga mengaku tidak mendengar informasi adanya pembelian beras petani, dari Dinas terkait.

“Kok kami gak dengar ya,” ujar sumber yang tak mau disebut namanya itu.

Seperti yang sudah diberikatakan Jempol, menurut penjelasan Ketua KTNA Jember Sucipto, pihaknya mengaku telah melakukan kerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan Jember, untuk pembelian beras dari petani, sebanyak 500 ton.

“Hanya saja yang kerjasama melalui Koperasi Sejahtera,” kata Sucipto, yang juga selaku ketua Koperasi Sejahtera.

Pengakuan Sucipto juga dibenarkan Plt Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember, Imam Sudarmaji, yang mengatakan dari rencana pembelian 1000 ton, masih terlaksana sekira 500 ton.

Kerjasama itu, kata Imam dilakukan khususnya bagi kelompok tani yang memiliki Rice Milling Unit (RMU), atau mesin penggilingan padi.

“Beras yang dibeli petani, sudah siap, bahkan sudah ada yang terdistribusi melalui OPD yang membutuhkan,” ungkapnya.

Pernyataan Imam Sudarmaji, dibenarkan Ketua KTNA Kecamatan Panti Hamid, sekaligus Ketua Gapoktan Desa Glagahwero Kecamatan Panti, pihaknya mengakui bahawa pada tahun 2021, Gapoktan dibawah kendalinya sudah menerima kontrak kerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan Jember, sebanyak 30 ton beras, dengan ketentuan harga Rp 9000/KG.

“Hanya saja tidak semua saya beli dari petani, karena petani kan juga sudah punya langganan pedagan sendiri. Karenanya sebagian saya beli dari pedagang sekitar,” katanya, saat dikonfirmasi, selasa (01/09/2021).

Sedangkan dari beras yang sudah disiapkannya di gudang penyimpanan miliknya sudah sebagian terdistribusi, berdasarkan permintaan Dinas Tanaman Pangan Jember, sebanyak 180 paket, dengan kemasan 10 kg. (Sugito/Sofyan)

  • Bagikan