Optimalkan 44 Hektar Lahan PDP Kahyangan Kebun Sumbertenggulun Bermitra dengan Petani 

Loading

Jember _ Jempolindo.id _ Seluas 44 Hektar, lahan milik PDP Kahyangan Kebun Sumbertenggulun, Kabupaten Jember dimitrakan dengan masyarakat petani sekitar kebun.

Baca juga: J-Pernik Mempermudah Mengurus  Identitas 

Direktur Utama Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan, Sofyan Syauri, kepada sejumlah wartawan menjelaskan bahwa Kebijakan itu merupakan upaya manajamen, untuk mengoptimalkan fungsi lahan PDP Kahyangan Kebun Sumbertenggulun

 

“Sebenarnya ada 66 hektar, tetapi 22 hektar sudah kita tanami sendiri, sehingga sisanya 44 hektar yang kami mitrakan dengan masyarakat sekitar kebun,” ujarnya.

 

Kemitraan itu, kata Sofyan Syauri, berdasarkan pada SK Dirut PDP Kahyangan, dan peraturan perusahaan.

“Kemitraan itu, pada tahap awal sudah dimusyawarahkan dengan petani. Karena memang lahannya bongkor, jadi petani bersedia menggarap lahan,” katanya.

Menurut Sofyan, berdasarkan surat perjanjian antara PDP Kahyangan, petani bersedia membersihkan lahan dengan kompensasi menggarap lahan, yang keuntungannya diambil oleh petani.

“Petani sudah menggarap tiga kali musim. perjanjian antara petani dengan PDP Kahyangan, berakhir pada bulan juli tahun 2023,” paparnya.

Setelah berakhirnya perjanjian, kata Sofyan Syauri, maka dilakukan pembaharuan perjanjian.

“Memang ada petani yang setuju, ada juga yang masih belum setuju. Tetapi sudah ada 20 orang yang menyetujui,” ujarnya.

Sedangkan soal harga garap lahan, sebesar Rp 3 juta per hektar, kata Sofyan Syauri, tentu tidak diberlakukan sama, tergantung pada kondisi lahan.

“Itupun kan tidak harus satu hektar, bisa juga seperempat, menyesuaikan kemampuan masyarakat,” jelasnya.

“Selain untuk mengoptimalkan lahan, kata Sofyan Syauri, kemitraan itu bertujuan sebagai jaring pengaman sosial,” imbuhnya.

Seperti telah diketahui sebelumnya, PDP Kahyangan, yang mengelola lahan milik Pemkab Jember, seluas 3800 hektar, dan tergarap optimal 2000 hektar, masih mengalami kerugian terus menerus.

“Manajemen PDP Kahyangan, sampai akhir tahun 2023 masih merugi hingga sekira 1,5 Miliar,” ujarnya. (Gito)