Jember – Jempolindo.id – Kepergok pakai atribut TNI, Agus Kurniawan, warga Dusun Gumukbanji Desa Kencong kecamatan Kencong, diamankan. Diduga pria itu Orang Dengan Gejala Jiwa (ODGJ). Saat diamankan, Agus bersikap seperti ODGJ pada umumnya, sambil ngomong ngelantur yang sulit dipahami. Kamis (26/08/2021).

Ceritanya, bermula dari kecurigaan Serda Rois Muzakki, seorang anggota Koramil Gumukmas, yang berdinas sebagai Babinsa Desa Menampu, mengisahkan sepulang dari kegiatan di Koramil Gumukmas, berpapasan dengan seorang yang mengendarai sepeda motor dari arah barat, sedangkan Rois dari arah timur.

Pria itu, kisah Rois, menggunakan pakaian lengkap, topi rombi, baju loreng, kaos, dan bersepatu.
“Tetapi acak-acakan, mencurigakan. Kemudian saya balik kanan, saya kejar, dia lari, saya pepet,lalu saya suruh berhenti,” kisahnya.
Pria itu berhasil dihadang, Rois mencoba mengintrograsi, ditanya KTA, tetapi pria itu berbelit-belit, dari tingkah lakunya diyakini pria itu TNI gadungan. Rois menggeledah jok sepeda motor shogun yang dikendarainya, didapati pistol mainan, kartu surat – surat, handphone.
Diketahui sebagai TNI gadungan, Rois menghubungi rekannya di Koramil Gumukmas, untuk menangani perkara dimaksud.
“Rekan saya segera merapat, dan membawa yang bersangkuta ke Polsek Gumukmas,” ujarnya.
Informasi itu dibenarkan Komandan Koramil 0824/20 Gumukmas Kapten CHb Hadi Windoko, bahwa tersangka pengguna atribut TNI itu diserahkan kepada polsek Gumukmas.

“Ya karena sebagai warga negara biasa, yang bersangkutan kami serahkan ke polsek Gumukmas untuk diproses lebih lanjut,” tegasnya.
Pakai Atribut TNI ODGJ Sejak Kecil
Berdasarkan penuturan Kampung Dusun Gumukbanji Desa Kencong Kecamatan Kencong, Lismono menuturkan Agus mengalami stress sejak kelas 4 Sekolah Dasar, gegara orang tuanya wafat.
“Ya sejak kecil memang kelakuannya seperti ini,” ujarnya.
Selama ini, menurut penuturan Pak Mis, paman tersangka, Agus sehari-hari bekerja serabutan, tergantung siapa menyuruh.
“Ya kalau ada yang nyuruh apa bersih – bersih, kalau ada yang nyuruh, kalau gak ada ya jalan –jalan itu,” ujarnya.
Mewakili keluarga Pak Mis, menyerahkan sepenuhnya kebijakan yang berwajib, agar Agus mendapatkan pembinaan.
“ya gimana ya, saya gak tahu, wong memang orangnya begitu,” pungkasnya. (Sofyan/Sugito)