Menguak Makam Keramat di Lereng Pegunungan Argopuro 

Loading

Jember _ Jempolindo.id _ Makam Keramat itu terletak di sebelah selatan Pegunungan Argopuro, tepatnya berada di Dusun Sanggrahan Sumberklopo, Desa Curahkalong, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. 

Di tengah hutan, kawasan RPH Sumberklopo, BPKH Lereng Hyang Barat KPH Perum Perhutani Jember, diatas ketinggian 600 DPL, dua makam keramat itu keberadaannya menunjukkan makam Islam pada umumnya.

Sudah sejak lama, Malam Keramat itu, sering dikunjungi penziarah, utamanya jika pada malam Jum’at, atau hari hari besar lainnya.

Jarak tempuhnya dari pusat kota Jember sekitar 40 KM. Jika penziarah ingin mengunjunginya harus melewati Hutan Mahoni, dan Hutan Karet. Serta menyeberangi sungai.

Menurut Tokoh Masyarakat sekitar, Bahrul Ulum, yang ditemui saat Jempol melalukan observasi, makam keramat itu memang sudah ada sejak lama.

“Tepatnya tahun berapa, warga sini tidak ada yang tahu, hanya saja nenek kakek kami bercerita, kalau makam keramat ini sudah ada sejak mereka kecil,” ujar Ulum kepada Jempol, pada Kamis (19/10/2023) pukul 19.30 WIB.

Namanya pun, tutur Ulum juga simpang siur. Ada yang menyebutnya Mangku Ali Yaman, ada juga yang menyebut Imam Hasan.

“Kami tidak mengetahui secara persis nama beliau, mungkin harus ada penelitian lebih dalam lagi,” ujarnya.

Selain dua makam keramat itu, diatasnya juga terdapat sebuah makam lagi, yang orang sekitar menyebutnya dengan Mbah Sultan, dan disebelah timur juga terdapat makam lain, yang disebut dengan makam Mbah Lanceng.

“Kami juga sering bertanya tanya, mengapa para leluhur ini sampai menghuni tempat, yang duhulu kala, tentu ini kawasan hutan belantara,” ujarnya.

Makam Keramat dan Kisah Mistis

Malam itu, ketika Jempol mengunjungi Makam tua itu, kesan angker memang terasa kuat sekali. Tak heran kalau kawasan ini juga kental dengan kisah mistisnya.

Bahrul Ulum berkisah tentang pemuda bernama Fajar, yang hilang selama satu hari satu malam.

“Kisah itu tentu mengejutkan kami semua,” kata Ulum.

Bagaimana tidak, lanjut Ulum, pemuda itu bersama dengan dua temannya, mengendarai sepeda motor trail, beriringan.

“Tiba – tiba dalam hitungan menit, sudah tidak terlihat jejaknya,” ujar Ulum.

Dua temannya berusaha mencarinya, namun karena hingga sore hari tak ditemukan, maka kemudian melaporkan kejadian itu kepada orang tua dan warga sekitar.

“Lalu sekitar 200 warga bersama orangtuanya berusaha melacaknya,” kata Ulum.

Hingga keesokan harinya, Fajar tak juga ditemukan jejaknya, meski semua warga sudah menyebar mencarinya.

“Karena menemukan kesulitan, kami mencoba bertawasul ke makam keramat ini,” katanya.

Setelah bertawasul, kata Ulum, tiba – tiba salah seorang warga memberi tahu, bahwa melihat pemuda berada di pinggir sungai dengan sepeda motornya.

“Kondisi sungai itu berada di kedalaman, dan tidak ada jalan apapun menuju kesana,” kata Ulum.

Warga berbondong-bondong menuju lokasi itu, dan benar, ternyata Fajar sedang duduk termangu – mangu, di dekat sepeda motornya.

“Segera warga menyelamatkan pemuda itu, untuk dibawa pulang,” katanya.

Ulum mengutip cerita yang dituturkan Fajar, bahwa saat sedang bersepeda motor, tiba tiba ada tiga orang menggunakan pakaian jubah putih, yang menepuk pundaknya.

“Fajar lalu diajak oleh ketiga orang itu menuju rumahnya,” kata Ulum, menirukan cerita Fajar.

Dalam penglihatan Fajar, dirumah itu pemuda itu dijamu dengan beragam makanan. Sambil diberi petuah.

“Tiga sosok ghaib itu berpesan kepada Fajar agar menyampaikan kepada keluarganya untuk membantu pembangunan Musholla, yang memang sedang kami rencanakan,” kata Ulum.

Anak Umur 7 Tahun Hilang

Selain itu, kata Ulum, pernah juga terjadi seorang anak umur 7 tahun yang hilang di lokasi makam keramat itu.

“Waktu itu orang tuanya dan ratusan warga juga mencarinya, tetapi hingga waktu lama tidak juga ditemukan,” katanya.

Hingga salah seorang diantara kami, yang melihat anak itu sudah dalam kondisi lemas terinjak injak, kaki orang yang mencarinya.

“Anehnya, padahal tempat itu, sudah kami kelilingi, kok justru anak itu ada ditempat itu,” kisahnya.

Terhindar Dari Banjir dan Longsor

Pada tahun 2015, Lereng Pegunungan Argopuro bagian Selatan, pernah mengalami banjir yang mengakibatkan tanah longsor.

Bencana itu, terjadi dalam kurun waktu relatif lama, sehingga menyebabkan banjir ke arah hilir.

Namun, entah bagaimana, Lokasi Makam Keramat itu sama sekali tidak dilewati oleh air banjir dan longsor.

Makam Keramat Potensi Wisata Religi 

Kisah di balik keberadaan Makam Keramat itu, hingga kini masih menjadi misteri. Namun lokasi ini berpotensi menjadi destinasi wisata, yang memang selama ini sudah banyak dikunjungi orang, dengan berbagai tujuan.

Sayangnya, belum didukung dengan infrastruktur yang memadai, sehingga bagi orang yang ingin berkunjung, harus melewati jalan yang lumayan sulit. Terutama kalau musim penghujan.

Selain itu juga belum ada sarana umum, seperti MCK, dan layanan lainnya.

Masyarakat memang berupaya gotong royong, menyediakan dapur umur, dengan menyediak

an kelengkapan gula kopi, kompor dan peralatan makan minum seadanya. (Gilang)