Masih Berharap Bareng Gus Firjaun, Hendy: Tapi Terserah Partai Golkar 

Loading

Jember – Jempolindo.id – Ir H Hendy Siswanto ST IPU ASEAN Eng, memastikan dirinya maju kembali pada Pilkada, yang rencananya bakal digelar pada 27 Nopember 2024.

Hendy menyampaikan pernyataan itu saat bersilaturahim di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Jember, pada Rabu (01/05/2024) siang.

Bupati Jember  hadir di Kantor Partai Golkar Kabupaten Jember, didampingi Istrinya, Ny Hj Kasih Fajarini, dengan diantarkan para pendukungnya.

Rombongan itu diterima segenap jajaran pengurus Partai Golkar Kabupaten Jember, untuk kemudian menyampaikan visi misinya, sebagai Bacabup Kabupaten Jember periode 2024 – 2029.

“Sebenarnya secara pribadi saya menginginkan tetap bergandengan dengan Gus Firjaun (Wakil Bupati Jember KH MB Firjaun Barlaman,” ujarnya.

Namun, Hendy menyadari dirinya tidak memiliki partai politik. Sedangkan Partai Golkar Kabupaten Jember, menginginkan agar bisa bergandengan dengan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Jember H Karimullah Dahrujiadi.

“Karenanya, terserah partai sajalah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Jember itu menyampaikan bahwa dirinya telah menjelaskan tujuannya yang berkeinginan maju kembali sebagai Bacabup Kabupaten Jember.

“Tadi sudah saya sampaikan dihadapan para pengurus Partai Golkar, alasan saya mengapa harus maju lagi. Setidaknya, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan,” ujarnya.

Dia berharap, dengan penjelasannya itu, maka Partai Golkar Kabupaten Jember bersedia mengusungnya sebagai Calon Bupati Jember.

“Tentu kami sangat berharap, agar Partai Golkar memberikan kepercayaan nya, dengan begitu kami akan menjaga kepercayaan itu,” tandasnya.

Hendy mengakui bahwa kehadirannya di Partai Golkar, juga atas petunjuk dari Dewan Penasehat DPD Partai Golkar Kabupaten Jember Ir HM Sujatmiko.

“Beliau adalah tim pemenangan kami, pada Pilkada tahun 2020,” katanya.

Menurut Hendy, sebagai tim suksesnya, Sujatmiko banyak memberikan koreksi, sehingga menjadi pertimbangan untuk terus berbenah diri.

“Masukkan yang diberikan oleh beliau justru menjadi bahan pertimbangan kami untuk memperbaiki diri kedepan,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Jember H Karimullah Dahrujiadi menjelaskan bahwa dirinya memang mendapatkan amanah partai melalui forum musda, untuk menjadi Calon Bupati Jember.

“Tentu, sesuai dengan aturan organisasi, amanah itu harus kami pegang teguh,” ujarnya.

Namun, dalam menjalankan amanah itu, H Karimullah menyadari bahwa keputusan ada ditangan DPP Partai Golkar.

“Karenanya, kami hanya akan mengusulkan semua nama – nama bakal calon Bupati Jember, yang telah terjaring. Untuk selanjutnya kami sampaikan kepada DPP Partai Golkar melalui DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur,” paparnya.

Terlebih, menurut Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur itu, Partai Golkar punya mekanisme dalam menentukan keputusan.

“Berkaitan dengan rekomendasi Musda Partai Golkar, agar saya berangkat menjadi Cabup, bisa saja berubah menjadi Wabup, atau bahkan sama sekali tidak keduanya, semua akan diputuskan dalam forum tersendiri,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Ji Karim (sapaan akrab H Karimullah Dahrujiadi), melalui Tim Pilkada Partai Golkar Kabupaten Jember, masih harus melakukan komunikasi bersama partai politik lainnya.

“Karena Partai Golkar Jember tidak bisa mengusung Calon Bupati sendirian, masih harus melakukan Koalisi dengan partai politik lainnya,” ujarnya.

Diketahui, pada Pemilu 2024, Partai Golkar Kabupaten Jember, mendapatkan 6 Kursi, karenanya masih diperlukan 4 kursi dari partai politik lainnya, untuk bisa mengusung satu pasang Calon Bupati dan Cawabup.

Selain itu, setelah mendengar paparan misi misi Hendy Siswanto selama menjabat sebagai Bupati Jember, menurut Ji Karim, akan menjadi bahan diskusi di tingkat internal Partai Golkar.

“Visi misi Pak Hendy, akan menjadi bahan diskusi kami, sebagai bahan pertimbangan partai,” jelasnya.

Ji Karim menyadari, Hendy Siswanto menjabat Bupati Jember hanya dalam waktu 3,5 tahun. Sedangkan pada tahun pertama bersamaan dengan pandemi Covid 19, bahkan Hendy bekerja hampir tanpa APBD.

“Untuk itu, wajar jika masih ada visi misinya,yang belum terlaksana,” pungkasnya. (Nover/Selamet)

Table of Contents