JEMBER, JEMPOLINDO.ID — Kabupaten Jember dan Temanggung sama-sama mengandalkan tembakau sebagai inspirasi utama batik khas daerah. Namun, strategi mempopulerkan produk dan persaingan di pasar daring menunjukkan peta kekuatan yang berbeda.
Jember mengenalkan Batik Labako, sementara Temanggung mengusung Batik Mbako. Hingga saat ini, masyarakat Temanggung telah menciptakan 30 motif batik bertema tembakau, dengan lima di antaranya telah terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
“Kami juga membuat batik tembakau. Tapi selain tembakau, kami mengkreasi motif khas Jember dengan buah manggis, sayur pakis, dan beberapa kebudayaan lokal,” ujar Danang, tenaga pendidik SMKN 6 Jember, saat menerima rombongan Wisata Edukasi Seni Batik dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Azhar Tanggul, Rabu (20/5/2026).
Kembangkan Warna Bumi
SMKN 6 Jember tidak hanya menggenjot variasi motif. Para siswa jurusan Kriya Kreatif Batik dan Tekstil (KKBT) kini mulai mengembangkan batik dengan warna bumi (earth tone) yang cenderung kalem, setelah sebelumnya dominan menggunakan warna-warna terang.
Kepala SMKN 6 Jember, Evi Silviana, mengatakan inovasi ini membuat pesanan batik tulis dari berbagai instansi pemerintah dan swasta terus meningkat.
“Jumlah siswa jurusan batik dari tahun ke tahun bertambah. Secara kualitas, salah satu siswa kami meraih Juara 1 dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Timur,” jelas Evi.
Pesanan dari Kementerian Agama Kabupaten Jember, instansi pemerintah lainnya, hingga Bupati Jember Gus Fawait menjadi stimulus kemajuan industri batik di daerah itu.
Evi menambahkan, pihaknya juga telah mengirim tenaga pendidik belajar langsung ke Yogyakarta untuk meningkatkan kemampuan membatik.
Kuat di Pasar Daring
Keunggulan Jember tampak nyata di pasar daring. Dengan kata kunci “batik Jember” di lokapasar, para penjual asal Jember muncul di halaman pertama. Sebaliknya, pencarian “batik Temanggung” masih tenggelam di antara penjual dari Jawa Tengah hingga Jakarta.
Kepala MI Nurul Azhar, Rachmad Hidayatullah, menilai keberadaan jurusan batik di SMK akan memacu ekosistem industri batik yang sehat dan lengkap di Jember.
“Batik khas Jember harus lebih dipopulerkan lagi karena sisi suplai tenaga kerja sudah tersedia. Kerajinan batik tak hanya media edukasi, tapi juga menambah lapangan kerja,” ujarnya.
Rachmad mendorong strategi branding batik tembakau Jember lebih diseriusi, misalnya dengan sosialisasi ke lembaga pendidikan dasar.
“Kami siap menerima pendampingan agar siswa kami bisa belajar membatik,” tuturnya. (#)
- Pewarta : Gilang Gibran Al Fikri
- Editor: Miftahul Rachman





