19.5 C
East Java

Jaranan Campursari Taruna Gaya Baru Desa Petung Didominasi Generasi Muda

Jember, Jempolindo.id – Tak dinyana, penampilan Jaranan Campursari Taruna Gaya Baru, Desa Petung Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember, cukup memukau penonton.

Pertunjukan kesenian tradisional itu berlangsung di Lapangan Desa Petung, pada Senin (13/07/2025) malam.

Turut meramaikan pertunjukan itu, diantaranya Komunitas Cemeti Sodho Lanang (KCSL) Jember.

Warga yang menonton, terlihat ganyeng tak bergeming, menonton aksi Jaranan itu, dari pukul 21.00 hingga berakhir pukul 00.00 WIb.

Seperti pertunjukan jaranan pada umumnya, para seniman, yang didominasi para pemuda itu, mempertontonkan pertunjukan yang cukup menghibur.

Dukungan Kepala Desa Petung

Kepala Desa Petung M Ridwan, yang hadir menyaksikan pertunjukan seni tradisional itu berkenan memberikan sambutan.

Dalam sambutannya Ridwan, mengapresiasi keseriusan pelaku seni Jaranan Campursari Taruna Gaya Baru, yang telah bersusah payah menjaga kebudayaan warisan leluhur.

“Kami mengapresiasi, upaya pelaku kesenian ini, yang telah bersusah payah menjaga kesenian ini,” katanya.

Ridwan berharap, kedepan kegiatan kesenian itu akan terus berkembang, sehingga generasi muda turut mengenal seni budaya bangsanya.

“Kami akan support kesenian ini agar terus bertumbuh kembang,” ujar Ridwan.

Kades Petung itu juga berterima kasih atas kehadiran Dosen FIB Universitas Jember Eko Suwargono, ditengah tengah kegiatan itu.

“Ini sungguh luar biasa, Pak Eko berkenan hadir mendampingi dan membimbing masyarakat kami,” ujarnya.

Bimbingan DKJ

Eko Suwargono, yang juga ketua Dewan Kesenian Jember (DKJ) itu, dalam sambutannya menyampaikan support nya, kepada semua pelaku kesenian tradisi, agar tetap bersemangat.

“Saya menyaksikan para penonton masih tetap bertahan, hingga pertunjukan ini berakhir,” ujarnya.

Tentu, agar aktivitas kesenian tradisional ini dapat terus berkelanjutan perlu dukungan semua pihak.

“Untuk itu kami mengucapkan terimakasih, karena Kepala Desa Petung, juga turut memberikan dukungannya,” ujarnya.

Kegiatan kesenian ini, menurut Eko juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Saat pertunjukan, kita dapat melihat banyak para pedagang yang juga turut berkesempatan berjualan,” katanya.

Kegiatan Mandiri

Lib Yanto, pengurus DKJ Jember, yang turut mendampingi berkembangnya kesenian tradisional di Jember, menyebut bahwa kegiatan itu dilakukan secara mandiri.

“Kawan kawan masih bergerak secara mandiri, dengan biaya yang ditanggung sendiri,” katanya.

Menariknya, para pelakunya sebagian besar terdiri dari generasi muda, yang bersedia terus belajar mendalami kesenian tradisi.

“Kami bangga, karena masih ada generasi muda yang berkenan belajar kesenian tradisional, ditengah gempuran budaya global,” tandasnya. (MMT)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img