JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Partai Nasdem terguncang, KH Ayub Syaifurrijal, akrab disapa Gus Sef, mengembalikan Pataka Nasdem, pada saat acara Safari Ramadhan Partai Nasdem di Hotel Aston, Minggu (01/03/2026).
Penyerahan pataka itu, diketahui melalui pesan WhatsApp yang dikirim berantai: “Assalamu’alaikum, Mohon ma’af atas kehadliran kami pd acara NasDem di Hotel Aston saat ini, krn kami tidak diundang. Sekali lagi ma’af. Maksud utama kami adalah MENGEMBALIKAN PATAKA kepada DPP Partai NasDem sekaligus ini sebagai pernyataan PENGUNDURAN DIRI KAMI sebagai pengurus dan anggota dari Partai NasDem”.
Pesan itu menegaskan, bahwa penyerahan pataka itu pertanda Gus Sef sudah bukan lagi anggota Partai Nasdem.
Gus Sef Kecewa
Pengembalian bendera Pataka ormas Nasional Demokrat ini, juga merupakan ekspresi kekecewaan Gus Sef, atas kondisi Partai Nasdem di Jember.
Terlebih pasca penetapan Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember Dedy Dwi Setiawan, kader Nasdem, sebagai tersangka korupsi kasus Sosraperda oleh Kejaksaan Negeri Jember.
“Kami mengembalikan bendera Pataka ormas Nasional Demokrat ke DPP, karena kami menilai, bendera tersebut sudah tidak ada artinya, padahal cikal bakal berdirinya partai Nasdem adalah ormas Nasional Demokrat, dan di Jember saya orang pertama yang menerima bendera tersebut,” ujar Gus Sef.
Gus Sef juga mengaku kecewa dengan pengurus DPD Nasdem Jember, yang dinilai kurang beretika. Nama Gus Sef masih tercantum sebagai pengurus DPD Nasdem Jember, tapi tidak diundang dalam acara Safari Ramadhan.
“Pak Haji Marzuki (ketua DPD Nasdem Jember) pernah menyampaikan ke saya, kalau nama saya masuk dalam daftar pengurus DPD, tapi saya tidak punya SK, begitu juga di acara ini (Safari Ramadhan) saya juga tidak diundang, saya datang atas inisiatif sendiri, karena ingin ketemu pengurus DPP,” ujarnya
Kiprah Membesarkan Nasdem
Diketahui, Gus Sef merupakan inisiator pendiri Ormas NasDem di Kabupaten Jember, yang berdiri pada tanggal 1 Februari 2010, sebelum kemudian menjelma menjadi Partai NasDem, pada tanggal 26 Juli 2011.
Ulama kritis ini, selama 15 tahun telah turut berkiprah dalam membesarkan Partai NasDem di Jember, hingga setara dengan partai besar lainnya.
Dalam sebuah perbincangan, Gus Sef pernah menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam kancah politik, semata ingin memperjuangkan suara rakyat melalui partai politik.
“Jika orang baik tidak ikut berpolitik, maka sama saja dengan membiarkan orang jahat akan menguasainya,” ujarnya.
Pernyataan itu sejalan dengan pemikirannya, yang senantiasa ingin melawan kemungkaran melalui jalur politik.
“Kalau amar makruf itu gampang, tetapi nahi munkar itu tidak gampang,” tandasnya.
Diterima Pengurus DPP
Ketua DPP Nasdem Bidang Kaderisasi dan Politik Nining Indah Saleh, saat dimintai tanggapan terkait pengembalian bendera Pataka ormas Nasional Demokrat itu, menyatakan, bahwa pihaknya menerima pengembalian tersebut dan akan disampaikan ke pimpinan.
“Ya kita terima pengembalian bendera ini, ini kan bendera ormas Nasional Demokrat, bukan bendera partai, dan nanti akan kami sampaikan ke pimpinan kami,” ujar Nining.
Kader Menyayangkan
Tentu saja, banyak kader Partai NasDem yang menyayangkan pengunduran diri Gus Sef. Karena, setidaknya tokoh ini telah menjadi peletak pondasi eksistensi perjuangan Partai NasDem di Kabupaten Jember.
Sementara Jumadi Made, yang juga mantan Caleg Partai Nasdem Jember menilai, bahwa pengunduran diri sesepuh ormas Nasional Demokrat, merupakan bentuk kemunduran partai.
Jumadi tidak yakin Partai Nasdem di Jember akan kembali jaya, selama tidak adanya perubahan ditubuh pengurus DPD Nasdem Jember, terlebih anak dari ketua DPD Partai NasDem, yang juga anggota dewan tersangkut kasus korupsi.
“Kami melihat, pengembalian bendera Pataka dari Gus Syef ke pengurus DPP, adalah sebuah tamparan dan peringatan, bahwa kondisi Partai Nasdem di Jember tidak sedang baik-baik saja, DPP harus bertindak, kalau ini dibiarkan, maka Partai Nasdem bisa hancur,” tegas Jumadi.
Belum diketahui, apakah alasan pengunduran diri Gus Sef itu ? Apakah akan berlabuh pada partai lain, atau mundur dari percaturan politik praktis, belum ada keterangan resmi. (#)





