Jember, Jempolindo.id –Edukasi literasi digital yang diinisiasi oleh Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, H. Eko Yunianto, S.M., menjadi bukti komitmennya, dalam membangun ketahanan informasi masyarakat di tengah maraknya penyebaran konten negatif melalui platform digital.
Kegiatan ini mengambil tema “Bijak Bermedsos: Peran Masyarakat Membangun Keterlibatan Sosial di Era Digital”, bertempat di Aula Hotel Royal Jember, pada Sabtu, (11/10/2025).
Kegiatan menghadirkan 125 peserta dari berbagai elemen masyarakat Jember, yang antusias mengikuti sosialisasi ini.
Acara ini merupakan bagian dari program reses yang difokuskan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang etika bermedia sosial dan langkah-langkah praktis mengidentifikasi informasi palsu yang banyak beredar di berbagai platform digital.
Hariyanto, sebagai Tenaga Ahli Dapil H Eko Yunianto, menekankan bahwa urgensi penyelenggaraan kegiatan ini tidak terlepas dari perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang semakin bergeser ke platform digital.
Dalam era digital ini, media sosial menjadi salah satu pendorong utama perubahan cara berkomunikasi.
Melalui platform media sosial, orang dapat berinteraksi, berbagi informasi, dan menjalin hubungan. Namun, kemudahan ini patut diwaspadai mengingat dampak negatif seperti penipuan dan muatan negatif lainnya,” jelasnya mengutip pernyataan pakar komunikasi Septia Winduwati, S.Sos., M.Si .
Fenomena Penyebaran Hoax: Tantangan Serius di Ruang Digital
Akar Permasalahan dan Dampak Sosial
Maraknya penyebaran hoax di Indonesia, khususnya melalui media sosial, telah menimbulkan berbagai masalah nasional yang kompleks.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ilyas dan Fauji (2019), penyebaran hoax politik di Indonesia melalui media sosial dapat menyebabkan berbagai masalah nasional, antara lain: perpecahan, ketidakstabilan politik, dan gangguan keamanan yang berpotensi menghambat pembangunan nasional .
Studi tersebut juga menemukan bahwa informasi hoax yang diterima individu dapat menumbuhkan prasangka negatif terhadap individu atau kelompok lain, yang diungkapkan melalui variasi komentar atau tindakan individu, meskipun unsur faktual dari informasi tersebut masih perlu diketahui.
Dalam perspektif psikologi sosial, prasangka merupakan sikap negatif terhadap kelompok tertentu atau individu, karena keanggotaannya dalam kelompok tertentu.
Penelitian yang menggunakan tradisi fenomologis ini mengungkap bahwa individu umumnya menyebarkan informasi hoax menggunakan Facebook dengan bentuk fisik informasi yang disebarkan berupa foto dengan keterangan provokatif.
Yang lebih memprihatinkan, penyebaran informasi hoax ini seringkali dilakukan secara sengaja untuk tujuan kampanye politik, di mana pelaku menyadari sepenuhnya bahwa informasi yang disebarkan adalah hoax .
Rendahnya Literasi Digital dan Faktor Penyebab
Temuan mencolok dari penelitian tersebut mengungkap kapabilitas literasi media baru dari penyebar informasi hoax dalam studi tersebut berada pada level sangat rendah . Beberapa faktor yang menjadi penyebab antara lain:
- Kurangnya pengetahuan tentang literasi media dan informasi hoax
- Tidak kritis ketika berhadapan dengan pesan media
- Tingkat kebutuhan informasi yang tidak diimbangi dengan verifikasi
- Kurangnya tanggung jawab sosial dalam berinteraksi di ruang digital
Fenomena ini diperparah dengan temuan dari Stanford University yang dikutip dalam presentasi tentang media sosial dan hoax, dimana sebagian besar siswa (lebih dari 80%) tidak dapat membedakan antara konten sponsor atau “native advertising” dengan artikel berita asli.
Mereka juga mengalami kesulitan dalam menentukan apakah berita yang dibagikan di media sosial dapat dipercaya, dan seringkali mendasarkan keputusan pada faktor-faktor yang tidak relevan .
Strategi Bijak Bermedia Sosial: Membangun Budaya Digital yang Sehat
Pendekatan Proaktif dan Preventif
Menanggapi kompleksnya tantangan di ruang digital, sosialisasi yang diselenggarakan H. Eko Yunianto tidak hanya berfokus pada aspek teoritis tetapi juga menyajikan langkah-langkah praktis yang dapat langsung diterapkan masyarakat.
Materi yang disampaikan mencakup panduan komprehensif untuk membedakan antara berita yang benar dan berita hoax, serta tata cara memposting informasi yang benar dan bertanggung jawab .
Septia Winduwati, Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Untar, dalam artikelnya menyebutkan bahwa untuk menggunakan media sosial secara positif dan menghindari dampak negatifnya, terdapat beberapa tips yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari :
- Berhati-hati dalam membagikan unggahan: Pertimbangkan apakah konten tersebut sesuai dengan citra dan nilai-nilai, serta hindari membagikan informasi yang dapat membahayakan peluang kerja atau reputasi.
- Bijak dalam mengatur waktu online: Terlalu banyak waktu di media sosial dapat mengganggu produktivitas dan menyebabkan kecemasan. Tetapkan batas waktu harian untuk penggunaan media sosial agar tetap efisien dan seimbang.
- Jaga hubungan profesional: Terhubung dengan rekan kerja, klien, atau mitra bisnis di media sosial dapat mempertahankan profesionalisme dan memperkuat hubungan kerja.
Perlindungan Privasi dan Keamanan Digital
Aspek penting lainnya yang menjadi fokus dalam sosialisasi ini adalah kesadaran tentang privasi dan keamanan dalam penggunaan media sosial . Pengaturan privasi pada platform media sosial, seperti mengunci profil akun dan membatasi siapa saja yang dapat melihat konten, menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan informasi pribadi.
“Keamanan akun harus diperhatikan dengan mengaktifkan opsi dua faktor autentikasi. Literasi digital juga menjadi kunci, terutama bagi generasi muda yang aktif menggunakan media sosial. Semakin sadar pengguna tentang pengaturan kata sandi, semakin aman penggunaan media sosial mereka,” tambah Septia .
Tips Menggunakan Media Sosial Secara Positif dan Bertanggung Jawab
Kategori Tips Deskripsi Manfaat Utama;
Berhati-hati dalam Berbagi, Pertimbangkan kesesuaian konten dengan nilai dan citra diri, menjaga reputasi dan peluang kerja,
Pengaturan Waktu Online, Menetapkan batas waktu harian untuk penggunaan media sosial, Meningkatkan produktivitas dan mengurangi kecemasan,
Menjaga Hubungan Profesional, Terhubung dengan rekan kerja dan mitra bisnis, Memperkuat jaringan profesional,
Lindungi Privasi, Aktifkan autentikasi dua faktor, dan kunci profil Mencegah penyalahgunaan data pribadi
Implementasi dan Dampak Jangka Panjang: Dari Pengetahuan ke Aplikasi Nyata
Strategi Diseminasi Berjenjang
Keunikan dari sosialisasi ini terletak pada pendekatan multiplier effect yang diterapkan, dimana 125 peserta yang hadir, diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang akan mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh kepada warga di sekitar lingkungan mereka masing-masing .
Melalui pendekatan berjenjang ini, dampak sosialisasi diharapkan dapat meluas hingga ke tingkat akar rumput dan menciptakan jaringan kesadaran bermedia sosial yang lebih luas.
“Alhamdulillah acara ini berjalan lancar, mudah-mudahan kegiatan sosialisasi ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan kegiatan ini menambah wawasan masyarakat dalam dunia sosial media,” ujar Hariyanto.
Pernyataan ini menggarisbawahi harapan bahwa peningkatan kapasitas digital masyarakat akan berdampak pada penguatan kohesi sosial dan ketertiban masyarakat secara keseluruhan.
Membangun Masyarakat Digital yang Kritis dan Bertanggung Jawab
Melalui sosialisasi ini, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih dewasa dalam menerima dan menyikapi berbagai pemberitaan, baik secara umum maupun pribadi.
Masyarakat juga diharapkan tidak asal mengunggah atau mengirim berita bila informasi tersebut belum jelas sumber dan kebenarannya .
Pendekatan ini sejalan dengan temuan Luthfie (2025) yang menekankan bahwa karena sebagian besar publik tidak bisa membedakan informasi bohong, maka salah satu kuncinya adalah meningkatkan literasi informasi, media, dan media sosial .
Eko Yunianto melalui kegiatan ini menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi digital yang inklusif dan bertanggung jawab di Jawa Timur.
“Kegiatan sosialisasi ini adalah edukasi kepada masyarakat agar supaya masyarakat lebih mengerti dengan adanya berita yang beredar di masyarakat antara berita yang benar dengan berita hoax, dan masyarakat lebih bijak dalam memposting berita-berita bahwa berita itu memang benar bukan hoax,” katanya .
Menuju Masyarakat Digital yang Berdaya dan Bertanggung Jawab
Sosialisasi “Bijak Bermedsos” yang diselenggarakan oleh H. Eko Yunianto, S.M, bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi sosial jangka panjang untuk membangun ketahanan informasi masyarakat di era digital.
Upaya membekali masyarakat dengan kemampuan literasi digital yang memadai, diharapkan dapat tercipta ekosistem digital yang sehat, positif, dan produktif di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Jember.
Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini tidak hanya terbatas pada pengurangan penyebaran hoax, tetapi juga kontribusi terhadap terciptanya suasana masyarakat yang aman, damai, dan tentram melalui pemanfaatan media sosial yang bertanggung jawab.
“Sehingga nantinya bisa menciptakan suasana yang aman, damai, tentram bila kita semua bijak dan paham bermain medsos,” tegas Hariyanto.
Komitmen berkelanjutan dari semua pemangku kepentingan diperlukan untuk memperkuat dampak positif dari inisiatif ini, termasuk kolaborasi strategis dengan akademisi, komunitas digital, dan tentu saja kesadaran aktif dari seluruh lapisan masyarakat, untuk bersama-sama membangun ruang digital yang lebih sehat dan bermartabat bagi generasi sekarang dan mendatang. (Slmt)
- Fenomena Penyebaran Hoax: Tantangan Serius di Ruang Digital
- Strategi Bijak Bermedia Sosial: Membangun Budaya Digital yang Sehat
- Perlindungan Privasi dan Keamanan Digital
- Tips Menggunakan Media Sosial Secara Positif dan Bertanggung Jawab
- Implementasi dan Dampak Jangka Panjang: Dari Pengetahuan ke Aplikasi Nyata
- Membangun Masyarakat Digital yang Kritis dan Bertanggung Jawab
- Menuju Masyarakat Digital yang Berdaya dan Bertanggung Jawab





