Berantas Narkotika Tiga Pasangan Capres Cawapres Tak Ada Yang Serius 

Loading

Jember _ Jempolindo.id _ Tiga pasangan Capres Cawapres, dinilai Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Jawa Timur, tak ada yang serius dengan tegas menyatakan berantas Narkotika.

Baca juga: Komitmen Turunkan Stunting, DP3AKB Jember Studi Tiru Ke Pemkot Surabaya  

Pernyataan itu disampaikan Ketua GANN Jawa Timur Linasrillah Nurus Subkhi, saat press release, di Kafe Dira Argopuro, Kabupaten Jember, pada Senin (25/12/2023) sore hari.

“Dalam dua kali Debat publik, Capres Cawapres, sama sekali tidak ada pesan yang jelas, dari ketiga pasangan itu, terkait pemberantasan Narkotika,” kata Gus Anas, sapaan akrab Waketum GANN itu.

Padahal, menurut Anas, peredaran Narkoba merupakan masalah nasional, yang peringkatnya berada dibawah Korupsi.

“Seharusnya masivenya peredaran Narkotika menjadi bagian yang juga diseriusi oleh pada pada calon pemimpin nasional,” tegasnya.

Gus Anas, menghimbau agar masyarakat pemilih, pada Pemilu 2024 mendatang, berpihak kepada Calon pemimpin, yang dengan tegas menyerukan pemberantasan Narkotika.

“Penegakan hukum, bertumpu pada sikap tegas pemimpin, jika tidak, maka peredaran Narkotika akan sulit dikendalikan,” paparnya.

Berantas Narkotika di Jember

Waketum GANN itu menyebut, berdasarkan catatan GANN, baik yang sudah menyebar melalui media, maupun hasil pantauan di Lapangan, maka penanganan pemberantasan Narkotika di Kabupaten Jember masih belum serius.

“Faktanya, peredaran Narkotika di Kabupaten Jember masih menyebar merata ke pelosok desa,” ujar Gus Anas.

Maraknya peredaran Narkotika ini, berdampak serius pada kualitas generasi muda. Bahkan sudah merambah ke sektor pendidikan, mulai tingkat SMP hingga perguruan tinggi.

“Karenanya, diperlukan penanganan yang lebih masive dalam penegakan hukum oleh APH,” katanya.

Menurut Gus Anas, selama ini, yang terjaring APH hanyalah pengguna dan pengedar level bawah, sedangkan bandar Besar nya masih tetap bercokol. Mereka masih bebas berkeliaran.

“Indikasinya, dapat dilihat dari masih maraknya peredaran Narkotika di Kabupaten Jember,” tegasnya.

Untuk itu, kata Gus Anas, GANN mendesak agar APH, memperiortaskan penanganan pemberantasan Narkotika ini.

“Jika tidak, maka jangan salahkan, masyarakat akan bertindak sendiri,” tandasnya.

Namun demikian, terkait penanganan pemberantasan Narkotika itu, kata Gus Anas, GANN Jawa Timur, menghimbau agar masyarakat tidak bertindak main hakim sendiri.

“Sehingga malah menimbulkan dampak hukum, yang merugikan diri sendiri,” katanya.

Jelang Tahun Baru Sweeping Narkotika

Menjelang tahun baru 2023 – 2024, Gus Anas juga mengingatkan, agar APH lebih serius dalam memantau maraknya penggunaan dan peredaran Narkotika.

“Jangan hanya operasi Semeru saja, operasi lali lintas, tahun baru ini, Sudan lazim dijadikan sebagai ajang hura hura, ujungnya mengkonsumsi Narkotika,” katanya. (Gilang)