Jember_ jempolindo.id _ Tak seperti musim hujan tahun sebelumnya, Musim Hujan tahun 2021 kini sebagian wilayah Kecamatan Bangsalsalsari terendam banjir. Selasa (12/01/2021).
Berdasarkan pantauan jempol, sekira pukul 14.00 WIB mulai turun hujan di wilayah Kecamatan Bangsalsari yang menyebabkan debit air sungai Tugusari yang berasal dari Pegunungan Argopuro mengalami peningkatan drastis.
Berikut pada pukul 15.30 WIB terjadi banjir bandang yang membawa material lumpur dan kayu, menyebabkan beberapa rumah warga terdampak banjir. Ketinggian luapan banjir diperkirakan antara 60 cm – 150 cm.
Kawasan Terdampak Banjir :
1. Desa Bangsalsari
RT01/ RT32 :
– 4 KK (12 jiwa)
– 4 Balita
– 2 Lansia
– 1 Ponpes Ar-Rosyid (±100 Santri)RT01/ RW33 :
– 14 KK (30 Jiwa)
– 5 Balita
– 5 Lansia
– 1 rumah rusak ringanRT01/ RW34
– 40 KK (120 Jiwa)
– 6 Balita
– 12 LansiaRT01/ RW36
– 10 KK (25 Jiwa)
– 6 Balita
– 1 rumah rusak ringan
– 1 Pesantren Al – Azhar (±50 Santri)2. Desa Sukorejo kec. Bangsalsari
-Dusun. Krajan Pasar Sukorejo
dengan kedalaman lbk 30 cm
3. Desa Karangsono kec. Bangsalsari
-Dusun Krajan,
-Dusun Bwgelenan
-Dusun Gumukrejo)
Rata rata kedalaman lbk 30 – 60
cm.Total warga terdampak: 68KK/ 337 jiwa
Sampai berita diterbitkan belum ada ditemukan korban jiwa. Arus Banjir hanya menyeret perabot rumah tangga, hewan ternak dan beberapa dokumen penting hanyut terbawa banjir.
Beberapa dokumen penting milik Pondok Pesantren dikabarkan ikut raib terseret arus banjir.
Perhutani Harus Bertanggung Jawab
Banjir Bandang yang terjadi di Bangsalsari diduga akibat alih fungsi hutan di wilayah Perum Perhutani BKPH Bangsalsari KPH Jember.
Investigasi jempol, ribuan hektar lahan hutan lindung di wilayah Pegunungan Hyang Barat dan Hyang Timur telah beralih fungsi menjadi kebun kopi.
Dampak alih fungsi hutan yang tak terkendali menyebabkan hutan tidak lagi berfungsi sebagai penyerapan dan peresapan air.
Air hujan yang tak teresap akar pepohonan merubah menjadi luapan banjir yang melanda kawasan pemukiman warga.
Pemerhati Lingkungan Hidup Hariyanto meminta agar kejadian banjir di Bangsalsari menjadi pelajaran bagi segenap pihak untuk sadar pentingnya pelestarian hutan.
“Kami mohon agar kejadian ini tak terulang setiap tahunnya, perhutani harus bertanggung jawab,” kata Hari (*)