BerandaBeritaAliansi Jember Berdikari Desak KPK Panggil Faida

Aliansi Jember Berdikari Desak KPK Panggil Faida

- Advertisement -spot_img

“Ini Temuan Pak, Bukan Laporan, e rot torot tak gelem ngarteh”

Jakarta- jempolindo.id –  Aliansi Jember Berdikari, yang mengaku kumpulan dari Mahasiswa di Jakarta, melakukan aksi unjuk rasa di depan Hotel Royal Jl. Kuningan Persada Jakarta Selatan sekira pukul 14.40, Jum’at siang (18 Juni 2021).

Sambil membeber sebuah spanduk kain putih bertulisan “KPK Segera panggil bupati Jember, Faida“, mereka melakukan aksi untuk mendesak agar KPK segera mengusut tuntas kasus korupsi anggaran Covid-19 di Jember yang diduga kuat melibatkan Faida selaku bupati Jember.

Selain selembar kain spanduk, mereka juga memampang dua kertas karton bertuliskan “Periksa Maling Dana Covid-19 di Jember” dan satu lagi tertulis “Usut Dana covid-19, 107 Miliyar Rupiah diJember”.

Menggunakan sebuah megaphone, korlap aksi berorasi, berikut isi tuntutannya :

  1. Kami menduga Kuat ibu Faida terlibat kasus Korupsi Dana covid-19. Maka dari Itu kami Meminta bapak Firly Bahuri untuk segera memeriksa Ibu Faida selaku Bupati Jember yang telah Korupsi Dana covid-19.
  2. Berberapa bulan yg lalu, BPK mengeluarkan opini tidak wajar. Dan dilaporkan ada dana sebesar 107 Miliyar yang berpotensi tidak dapat dipertanggung jawabkan. Anggaran ini di cairkan pada tahun 2020. DPRD setempat juga telah memanggil Ibu Faida, tetapi selalu Mangkir dari panggilan DPRD.
  3. Kami menduga Bupati Jember ibu Faida Korupsi anggaran covid-19 untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan masyarakat Jember.
  4. Kami Meminta bapak Firly Bahuri untuk segera mengusut tuntas kasus korupsi anggaran Covid-19 di Kabupaten Jember. Anggaran yang seharusnya untuk kesejahteraan Masyarakat Jember, malah untuk memperkaya diri sendiri. Ini harus menjadi atensi kepada pimpinan KPK untuk segera memberangus tindak pidana Korupsi, terutama di Kabupaten Jember.

Aksi mereka tidak berlangsung lama, hanya sekira 20 menit. Namun aksi berjalan tertib dengan pengawalan ketat puluhan petugas Kepolisian. Dan sekira pukul 14.57 massa membubarkan diri.

Dihubungi melalui telpon, Tanzul, mahasiswa asal Jember, yang mengaku sebagai korlap aksi, memang sengaja tidak ingin ada audiensi dengan Pimpinan KPK dalam aksi sore tadi.

“Kami hanya ingin agar KPK memperhatikan aspirasi dari masyarakat disini khususnya dari teman-teman mahasiswa asal Jember yang berada di Jakarta” ujarnya.

Tanzul menegaskan akan mengumpulkan bukti-bukti lebih lengkap, terkait dengan dugaan penyimpangan panyalahgunaan keuangan selama era pemerintahan Bupati Jember dr Faida MMR.

“Untuk kemudian akan kami serahkan kepada KPK sebagai aduan masyarakat” pungkasnya. (*)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img