21.1 C
East Java

Menyusul Keracunan MBG di Bangsalsari, Satgas MBG Jember Rekomendasikan Tutup Sementara 

JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Menyusul terjadinya keracunan menu MBG, Satuan Tugas (Satgas) Kabupaten Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) I Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, pada Kamis (16/7/2026).

Baca juga: 

Tanggapi Terjadinya Keracunan Menu MBG di Karangsono, Satgas MBG Tinjau Lapang Hari Ini

Selain penanganan korban, satgas MBG juga memberlakukan sanksi administratif berupa penghentian sementara operasional SPPG Karangsono.

Diketahui, Dapur SPPG ini berada dibawah naungan Yayasan Indo Avisya Tisnogambar, masih terlihat beroperasional saat Satgas MBG melakukan sidak.

Penutupan sementara ini akan diberlakukan hingga seluruh proses pemeriksaan sampel makanan di laboratorium Dinas Kesehatan selesai, serta adanya perbaikan menyeluruh terhadap sistem higienitas, kualitas penyajian, dan pemenuhan izin IPAL oleh pihak pengelola.

Langkah tegas ini diambil menyusul adanya dugaan puluhan siswa mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh SPPG tersebut.

Perwakilan Satgas MBG Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, menjelaskan bahwa investigasi ini bermula dari adanya keluhan dari sejumlah sekolah di Desa Karangsono Kecamatan Bangsalsari, pada Rabu (15/7/2026).

Pihak sekolah melaporkan adanya beberapa siswa yang absen massal karena sakit.

Mendapat laporan tersebut, Kepala SPPG langsung melakukan pengecekan lapangan dan meneruskan laporan ke Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Jember untuk mengambil langkah taktis.

Pihak SPPG segera berkoordinasi dengan Muspika dan Camat Bangsalsari untuk melakukan penanganan cepat di lapangan, terutama dalam mengevakuasi para siswa yang diduga bergejala ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.

“Yaitu sesegera mungkin membawa anak-anak kita ke faskes yang ada di Karangsono ini, diantaranya di Puskesmas Sukorejo. Kemudian ada di Rumah Sakit Balung, Puskesmas Paleran, dan beberapa klinik swasta yang lain,” ujar Helmi.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh tim Satgas, korban diduga keracunan tidak hanya menimpa puluhan siswa, melainkan juga menyasar warga sekitar.

“Ini yang sudah didata kurang lebih ada 29 anak sementara ini, juga ada beberapa warganya juga sekitar hampir 40 informasinya,” tambah Helmi.

Berdasarkan hasil investigasi, Satgas MBG Kabupaten Jember menilai, memang didapati fasilitas dapur SPPG yang harus diperbaiki, seperti IPAL dan menu.

“Nanti kita akan rekomendasikan kepada BGN, untuk ditindak lanjuti,” katanya.

Jika rekomendasi tidak ditindaklanjuti, dengan melakukan perbaikan, maka Satgas MBG Kabupaten Jember, kata Helmi, akan mengambil tindakan lebih lanjut.

“Ya, kalau memang tidak ditindaklanjuti, maka kita akan lakukan tindakan lebih lanjut,” tegasnya.

Tanggapan KPPG Jember

Di sisi lain, Kepala KPPG Kabupaten Jember, Said Karim, meminta semua pihak untuk tidak berspekulasi dini dan memandang peristiwa ini sebagai sebuah musibah terduga.

“Hanya yang terjadi ini kan musibah, kita kan gak tahu ini, sumber ininya (masalah) apa benar-benar dari makanan atau yang lain, tidak tahu juga,” kata Karim.

Hingga saat ini pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut dan uji laboratorium terhadap sampel makanan.

“Untuk memastikan penyebab pasti dari insiden tersebut,” pungkasnya. (#)

  • Pewarta: Sundari Rianto
  • Editor: Miftahul Rachman 

 

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img