18.8 C
East Java

Program Oplah 2026 di Jember Capai 7070 Hektare, Tingkatkan Produktivitas Pertanian 

JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Program Optimasi Lahan (Oplah) sebagai bagian dari Program Strategis Nasional Kementerian Pertanian, pada tahun 2026, luas lahan yang dioptimalkan meningkat menjadi 7.070 hektare, dibandingkan tahun 2025, yang mencapai 4.400 hektare.

Salah satunya dilaksanakan di Desa Wonojati Kecamatan Jenggawah, di lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah.

Baca juga:

Tinjau Proyek RJIT di Wonojati, Bupati Jember: Kita Awasi Bersama

Bupati Jember Muhammad Fawait, berkesempatan meninjau rencana pembangunan Optimasi Lasan di Kecamatan Jenggawah, pada Senin (13/07/2026).

Membersamai Kunjungan Bupati Jember, diantaranya Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Jember David Handoko Seto, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember Mohamad Djamil, Camat Jenggawah, Kepala Desa se Kecamatan Jenggawah dan Kelompok Tani setempat.

Program Oplah, kata Gus Fawait , sapaan akrab Bupati Jember, bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Dengan program Oplah, maka produktivitas lahan pertanian meningkat, yang biasanya hanya panen satu kali, sekarang bisa dua tiga kali,” ujarnya.

Gus Fawait, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden RI Prabowo Subianto, yang telah memperhatikan kepentingan petani di Jember.

“Ini bukan sekedar omon omon, ini bukti nyata, karenanya kami sampaikan terimakasih kepada Bapak Presiden Prabowo, atas perhatiannya,” ujarnya.

Dukungan DPRD Kabupaten Jember

David Handoko Seto, yang hadir atas nama Ketua Fraksi Partai Nasdem Kabupaten Jember, menjelaskan bahwa dirinya turut mendukung suksesnya program Oplah ini.

“Harapannya tentu agar produktivitas pertanian di Kabupaten Jember, dapat terus meningkat,” ujarnya.

David juga menyampaikan informasi, bahwa di Kecamatan Jenggawah, juga dibangun infrastruktur, jaringan irigasi, penerangan jalan dan sejumlah pembangunan lainnya.

Kepala DTPHP: Komitmen Pemkab Jember

Sementara, Kepala DTPHP Kabupaten Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si, dalam keterangannya menjelaskan bahwa peningkatan luas Oplah ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional di sektor pertanian.

“Kami terus berupaya mengoptimalkan setiap potensi lahan yang ada. Dari 4.400 hektare di tahun 2025, kini meningkat menjadi 7.070 hektare di tahun 2026. Ini adalah capaian yang sangat membanggakan sekaligus menjadi tanggung jawab besar untuk terus dijaga,” ujarnya.

Sedangkan di Kecamatan Jenggawah, mendapatkan 22 titik, 3 titik diantaranya berada di Desa Wonojati.

“Pembangunan Oplah di Desa Wonojati, diharapkan dapat membantu pengairan untuk 20 hektare areal pertanian,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengawalan dari dinas tidak hanya dilakukan dalam bentuk pendataan, tetapi juga melalui pendampingan teknis kepada petani.

Mulai dari pengolahan lahan, pemilihan komoditas, hingga peningkatan hasil panen dilakukan secara terintegrasi.

“Kami hadir untuk memastikan petani mendapatkan manfaat nyata dari program ini, baik dari sisi hasil produksi maupun peningkatan kesejahteraan,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Poktan Sumber Salak, Husnan, menyampaikan bahwa program Oplah sangat membantu petani dalam mengelola lahan mereka.

“Dengan adanya program ini, lahan yang sebelumnya kurang maksimal sekarang bisa ditanami dengan lebih baik. Kami juga mendapatkan pendampingan, sehingga hasil panen lebih meningkat,” ungkapnya.

Selain meningkatkan produksi, program ini juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani di desa.

Pelaksanaan Oplah di Kabupaten Jember dilakukan secara bertahap dan terencana, dengan memperhatikan kondisi lahan serta kebutuhan petani di masing-masing wilayah.

Pemerintah daerah bersama DTPHP terus melakukan evaluasi agar program ini dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dengan meningkatnya luas lahan yang dioptimalkan, diharapkan produksi pangan di Kabupaten Jember juga akan mengalami peningkatan signifikan.

Hal ini sejalan dengan tujuan utama program, yakni memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan sektor pertanian. (#)

  • Pewarta: Sundari Rianto
  • Editor: Gilang Gibran Al Fikri 
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img