21 C
East Java

Ketika Mantan Bupati Pidie Berkunjung Ke Kampung Halaman Kakeknya, di Desa Tugusari 

JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Sore itu, menjelang Maghrib, suasana di Alun Alun Pancasila, Desa Tugusari Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, penuh suasana kekeluargaan. Sabtu (04/07/2026).

Matahari memerah saga, sedang beranjak menuju peraduannya, menambah suasana kian syahdu.

Warung milik Totok Harianto, tampak sibuk memasak, untuk suguhan para tamu yang sedang berbincang bincang.

Mereka adalah para cucu dari Almarhum Sihabudin, yang sedang berkumpul reuni keluarga.

Sihabudin adalah mantan Kepala Desa Tugusari yang meninggal karena tertembak tentara Belanda, pada tahun 1951.

Tampak juga, Kepala Desa Tugusari H Akhmat Khoiri, turut bercengkrama menemani para tamu.

Salah satu dari tamu itu adalah Ir Wahyudi Adi Siswanto, salag satu cucu dari Almarhum Sihabudin.

Dia pernah menjabat sebagai Pj Bupati Pidie Aceh ( 2022 – 2024), yang sebelumnya menjabat sebagai Kabinda NTB.

“Alun alun ini bagus ya,” celetuknya, ditengah perbincangan.

Lalu, Kades Tugusari Akhmat Khoiri, menjelaskan kenekatannya menjadikan Tanah Kas Desa (TKD) seluas 7 hektar sebagai alun alun.

“Dulu lahan ini ditanami tebu, ya nekat juga kami jadikan alun alun,” katanya.

Terobosannya itu, sejak dirinya dikukuhkan sebagai Kepala Desa Tugusari, sejak tahun 2022.

“Sebelumnya sudah ada, taman wisata diutara dekat hutan, nanti juga akan kami bangun Vila disana,” katanya.

Khoiri menyakini, keberadaan alun alun itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

“Setidaknya, setiap ada kegiatan event di alun alun ini, para pedagang kecil juga turut terdongkrak pendapatannya,,” katanya.

Keberadaan Alun Alun Pancasila, di Desa Tugusari itu memang sudah terbukti mampu memberikan ruang, bukan hanya untuk tempat hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonominya.

Pemdes Tugusari, menjadikan tempat itu sebagai ajang lomba, diantaranya Lomba Tarik Tambang, Lomba Pertandingan Sepak Bola, bahkan sebagai tempat pementasan seni tradisional.

“Para peserta bukan hanya dari warga setempat, mereka datang dari berbagai daerah, ada yang dari Lumajang, Probolinggo, dan Malang,” ujarnya.

Kini, sebagian lahan itu digunakan untuk bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

“Keberadaan KDMP kalau sudah beraktivitas, juga bisa jadi kegiatan ekonomi desa,” katanya.

Kedepan, Khoiri masih akan terus mengembangkan inovasi pengembangan alun alun itu, dengan membangun Water Boom, dan pusat Budi daya perikanan.

“Kami, sudah sampaikan rencana ini kepada Bupati Jember (Muhammad Fawait), pada saat beliau berkunjung kesini. Insyaallah, akan dimulai pada tahun depan (2027),” ujarnya optimis.

Sementara, Wahyudi serius mendengarkan paparan Akhmat Khoiri.

“Wah, ini nanti bakalan ramai ya. Semoga sukses ya,” ujarnya.

Tak terasa, waktu sudah berlalu, masakan sudah siap dihidangkan.

Mereka ramai ramai, penuh dengan suasana kekeluargaan, menyantap hidangan dari Keluarga Totok Harianto, hingga tak bersisa.

Betapapun kerinduan masih enggan berpisah, namun kesibukan masing masing tak bisa dihindarkan.

Merekapun berfoto bersama, di depan Tugu Garuda Pancasila, sebagai pengikat kenangan, sebelum akhirnya harus berpisah. (#)

  • Pewarta: Sumda Rianto 
  • Editor: Gilang Gibran Al Fikri 
Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img