18.6 C
East Java

Diterpa Kritik, Bupati Fawait Pacu Eksekusi Program Prioritas

Jember, Jempolindo.id – Dalam suasana tahapan pembahasan RAPBD Kabupaten Jember tahun 2026, Bupati Jember Muhammad Fawait diterpa kritik dari berbagai arah, baik dari gedung DPRD Kabupaten Jember maupun dari elemen masyarakat.

Program yang banyak menuai kritik, diantaranya program Gerobak Cinta, yang leading sektornya ditangani Dinas Koperasi dan Usaha Mikro.

Menjawab beragam kritik itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan kesiapannya untuk pasang badan, membela seluruh pejabatnya yang berani mengambil keputusan dalam merealisasikan program prioritas daerah.

Instruksi ini disampaikan secara tegas dalam acara Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan), di Kecamatan Kencong, sesi pertemuan internal bersama kepala OPD dan camat, Sabtu (21/11/2025) malam.

“Kita harus berani pasang badan. Bukan untuk korupsi, tapi untuk merealisasikan belanja yang sudah diprogramkan. Jika semua alur sudah benar, programnya jelas, dan didampingi kejaksaan, ya bismillah, kerjakan!” tegas Fawait.

Menurutnya, ketakutan birokrasi adalah hambatan terbesar pembangunan.

Ia meminta pejabat tak lagi menunda pencairan anggaran karena kekhawatiran akan pelaporan atau tekanan eksternal.

Strategi Agresif Hadapi Pemotongan Anggaran

Menyikapi pemotongan Transfer ke Daerah (TKDD) hampir Rp 350 miliar pada 2026, Fawait menginstruksikan strategi agresif mendekati pemerintah pusat.

“Saya tidak anti kunker (kunjungan kerja). Habis Rp 10 juta untuk operasional tapi dapat program Rp 100 miliar, itu bagus. OPD harus sering ke Jakarta, lama-lama kita akan diberikan program,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kunker harus fokus ke pusat, bukan studi banding ke kota lain.

Dukungan dan Pengawasan Internal

Fawait juga meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk aktif mempromosikan destinasi wisata Jember melalui unggahan terjadwal di media sosial setiap Jumat guna membangun citra positif.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya pendataan kependudukan yang akurat, khususnya untuk kematian dan migrasi, yang berpengaruh pada pembiayaan Jaminan Kesehatan Semesta (UHC).

“Saya sudah siapkan aplikasi untuk update data. Jangan sampai pemerintah membayar UHC untuk warga yang sudah meninggal atau pindah,” pungkasnya.

Dengan serangkaian instruksi ini, Gus Fawait ingin menciptakan birokrasi yang gesit, berani, dan bertanggung jawab penuh dalam menjalankan pembangunan Jember. (#)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img