19.2 C
East Java

Minimnya Sosialisasi Dana Bongkar Ratoon Untuk Petani Tebu Jember 

Jember, Jempolindo.id – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menempatkan Kabupaten Jember sebagai salah satu lokasi strategis program bongkar ratoon tebu nasional.

Sayangnya, Program yang didukung anggaran pusat hingga 1,6 triliun rupiah ini tidak tersosialisasikan dengan baik kepada petani tebu rakyat.

Padahal, salah satu tujuannya untuk merevitalisasi perkebunan tebu dan mengakselerasi swasembada gula .

Sebagaimana Komitmen yang ditegaskan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerjanya ke Jember baru lalu.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, juga menyatakan bahwa Menteri Pertanian memiliki perhatian besar terhadap Jember, dengan menjadikannya sebagai “penyeimbang swasembada gula nasional” melalui target bongkar ratoon seluas 2.500 hektare.

Menurut pengakuan Nurudin, Petani Tebu asal Desa Curahkalong Kecamatan Bangsalsari, banyak petani tebu yang tidak memahami program pemerintah ini.

“Saya sendiri, sebagai petani tebu, juga tidak tahu bagaimana mendapatkan bantuan dana bongkar ratoon itu,” katanya.

Padahal, Nurudin adalah pengurus dari salah satu asosiasi petani tebu di Jember.

“Saya memang sempat mendengar dari petugas penyuluh lapangan (PPL) kalau ada bantuan pemerintah untuk dana bongkar ratoon, tetapi saya sama sekali tidak tahu,” katanya.

Untuk itu Nurudin berencana akan mengajukan permohonan rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi B DPRD Kabupaten Jember, untuk mendapatkan informasi seutuhnya tentang dana tersebut.

“Kami akan mengajukan surat RDP kepada DPRD Kabupaten Jember, agar kami difasilitasi bertemu dengan para pihak terkait, bagaimana sesungguhnya tentang dana bongkar ratoon ini,” katanya.

Kalau memang benar, kata Nurudin, maka bantuan pemerintah ini akan sangat membantu meringankan beban petani.

“Tentu saja, bantuan pemerintah ini akan sangat bermanfaat untuk petani,” tandasnya.

Target dan Realisasi di Lapangan

Berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Jember, target yang ditetapkan untuk tahun 2025 adalah 2.600 hektare untuk bongkar ratoon dan lebih dari 36 hektare untuk perluasan lahan baru .

Namun, realisasi di lapangan hingga pertengahan Oktober 2025 masih perlu dikejar.

Informasi sementara, realisasi bongkar ratoon di Jember baru mencapai 285,7 hektare atau sekitar 10 persen dari total target.

Tentu saja, realisasi perluasan lahan masih jauh dari yang diharapkan .

Dukungan Anggaran dan Bentuk Bantuan untuk Petani

Program bongkar ratoon ini didukung dengan anggaran yang signifikan dari APBN.

Ir. Hendratmojo Bagus Hudoro, M.Sc., Direktur Perlindungan Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementan, menekankan bahwa program tebu adalah bagian integral dari visi hilirisasi dan industrialisasi yang dicanangkan Presiden .

Bantuan yang diterima oleh petani tebu mencakup dua komponen utama :

  • Bibit Bermutu: Sebanyak 60.000 mata tunas benih tebu per hektare, senilai Rp 10 juta.
  • Bantuan Langsung Tunai (BLT): Untuk biaya tenaga kerja atau Hari Orang Kerja (HOK) senilai Rp 4 juta per hektare. (#)
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img