16.6 C
East Java

Baznas Jember Bersama Baznas Lumajang Terjunkan Tim BTB Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru  

Jember, Jempolindo.id – Baznas Kabupaten Jember berkolaborasi dengan Baznas Lumajang, terjunkan Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) melakukan pemantauan dan pendistribusian bantuan logistik untuk masyarakat Lumajang yang terdampak erupsi Gunung Semeru, pada Jum’at (21/11/2025).

Melalui Wakil Ketua II Baznas Jember Abdul Azis menjelaskan bahwa Baznas Jember turut peduli dengan bencana erupsi Gunung Semeru yang melanda Lumajang dan sekitarnya.

“Kami turunkan tim BTB, dan bantuan berupa mie instan dan air mineral,” katanya.

Saat terjun ke lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru, Baznas Jember berkolaborasi dengan Baznas Lumajang.

Tim BTB sempat mengalami kesulitan menembus lokasi, karena Gunung Semeru masih erupsi lagi. Mereka harus menunggu hingga situasi memungkinkan untuk dilalui.

Dikutip dari kanal resmi Baznas Lumajang, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) kabupaten Lumajang yang dikomandani wakil ketua II bidang pendistribusian dan pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Lumajang H. Pudjiardi, SH bersama relawan Rudy Hartono, Mulyadi dan Achmad Fauzi langsung menuju lokasi pengungsian sementara untuk melakukan assessment di balai desa Penanggal kecamatan Candipuro.

Lokasi pengungsian ini biasa merupakan tempat evakuasi warga terdampak sekitar di kaki Gunung Semeru jika terjadi erupsi atau awan panas guguran.

Sebab lokasi pengungsian utama di kantor kecamatan Candipuro menjadi tempat evakuasi paling banyak warga yang terdampak sekitar 101 jiwa.

Karenanya, Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang beserta jajarannya fokus di titik lokasi ini.

Data yang saat ini terkumpul saat ini di titik lokasi yang lain diantaranya :

  • Balai Desa Penanggal 40 jiwa,
  • Balai Desa Jarit : 23 jiwa, Balai Desa Sumberwuluh : 20 jiwa,
  • Lokasi rumah Lurah Sumbermujur terdapat 55 jiwa,
  • Balai Desa Sumbermujur : 45 jiwa,
  • Rumah Ibu Nurul Desa Sumberejo ada 19 jiwa dan di musholla Desa Kamarkajang juga ada 22 jiwa.

Sehingga jumlah keseluruhan pengungsi saat berita ini diunggah sekitar 325 jiwa/orang.

Kronologi:

Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanis yang signifikan pada November 2025. Statusnya ditingkatkan menjadi Level IV (Awas) sejak Rabu (19/11) setelah terjadi erupsi disertai awan panas guguran yang meluncur sejauh 13 kilometer.

Pada Rabu (19/11) sore, Gunung Semeru memuntahkan material vulkanik setinggi kurang lebih 2.000 meter dari puncaknya, diikuti luncuran awan panas guguran (APG) sejauh 13,8 kilometer ke arah Besuk Kobokan di sektor tenggara .

Meningkatnya aktivitas ini memaksa ratusan warga yang tinggal di lereng gunung untuk menyelamatkan diri.

Evakuasi dan Pengungsian: Hampir 1.000 orang dari Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi aman . Data Kemensos menyebutkan 765 jiwa terdampak, terdiri dari dewasa, anak-anak, balita, lansia, ibu hamil, dan bayi yang tersebar di delapan titik pengungsian .

Korban Luka dan Kerusakan: Tercatat tiga orang mengalami luka bakar setelah terjatuh di Jembatan Gladak Perak yang licin tertutup abu panas. Mereka menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Haryoto Lumajang .

Sedikitnya 21 rumah dan satu gedung sekolah dilaporkan rusak .

Kondisi Pengungsian dan Kebutuhan Mendesak

Hidup di pengungsian menghadirkan tantangan tersendiri bagi warga. Banyak pengungsi yang mulai mengeluhkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari pusing, sesak napas, hingga penyakit kulit .

Kebutuhan akan susu dan popok bayi juga mulai menipis, menambah kesulitan para ibu dan balita .

Respons Cepat Pemerintah dan Bantuan Logistik

Menyikapi situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang menetapkan status tanggap darurat bencana selama tujuh hari, dari 19 hingga 25 November 2025 .

Bantuan Kemanusiaan:

Kementerian Sosial (Kemensos) langsung menggerakkan seluruh kekuatannya, termasuk Tagana, KSB, dan dapur umum.

Bantuan logistik seperti selimut, tenda keluarga, kasur, family kit, serta ribuan paket makanan siap saji telah dikirimkan dari Gudang Induk Bekasi dengan total nilai mencapai Rp 463,458,400 .

Penanganan Korban:

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan bahwa keluarga korban meninggal akan mendapatkan santunan, sementara korban luka akan dibantu proses pemulihannya .

Dampak Ekonomi dan Upaya Penyelamatan Ternak

Erupsi Semeru tidak hanya mengancam keselamatan jiwa tetapi juga mata pencaharian warga. Bagi masyarakat lereng Semeru, ternak merupakan aset ekonomi vital. Pemerintah setempat pun memberikan perhatian khusus pada sektor ini .

Sebanyak 161 ekor kambing dan domba telah dievakuasi dari dusun-dusun terdekat zona bahaya. Sayangnya, dilaporkan 4 ekor sapi dan 139 ekor kambing/domba mati di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, wilayah yang terdampak paling parah .

Pemerintah daerah menyalurkan pakan darurat untuk menjaga kondisi ternak yang selamat.

“Ternak menjadi bagian penting dari mata pencaharian warga, sehingga keberlangsungannya berpengaruh langsung pada pemulihan pascabencana,” tegas Endra Novianto dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lumajang .

Rekomendasi Keamanan dan Situasi Terkini

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lontaran batu pijar .

Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 20 kilometer dari puncak, serta menghindari area within 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan .

PVMBG melaporkan bahwa aktivitas kegempaan Gunung Semeru masih tinggi, mengindikasikan masih adanya suplai magma dari bawah permukaan. Status Level IV (Awas) masih berlaku hingga saat ini .

Proses pendataan warga terdampak dan penanganan korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.

Pemerintah memastikan bahwa bantuan dan dukungan logistik akan terus disalurkan sesuai dengan perkembangan situasi dan hasil asesmen lapangan. (#)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img