Jember, Jempolindo.id – Perhelatan tahunan Jember Fashion Carnaval (JFC) Tahun 2025 segera digelar. Event bertaraf internasional ini menelan biaya 1,95 Miliar, alokasi dari APBD 2025.
Menurut Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember Candra Ary Fianto, pelaksanaan JFC itu sempat dikeluhkan pelaku kebudayaan Kabupaten Jember, yang merasa tidak dilibatkan.
“Dalam rapat bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember, serta Panitia JFC, kami menyampaikan keluhan para pelaku kebudayaan itu,” katanya.
Namun, dalam rapat tersebut, Panitia JFC menjelaskan bahwa memang tidak semua pelaku kebudayaan bisa dilibatkan langsung.
“Karena kegiatan JFC sudah terencana sejak tahun sebelumnya, sehingga tidak bisa melibatkan pelaku kebudayaan secara langsung,” ujarnya.
Perihal besarnya dukungan APBD Kabupaten Jember, Candra menjelaskan bahwa,
semula untuk JFC dianggarkan 1,5 miliar, karena alasan untuk menjamu tamu dari luar negeri anggaran ditambah sebesar Rp 450 juta.
“Saat acara tahun lalu banyak tamu undangan tidak mendapatkan tempat menginap serta Konsumsi yang layak,” ucap Chandra, kepada media ini, pada Jum’at (08/08/2025).
Ditengah semangat efisiensi anggaran, perhelatan JFC selama 3 hari, menelan anggaran 1,95 miliar. Besarnya anggaran itu dinilai tak sebanding dengan perputaran ekonomi.
“Berdasarkan penelitian litbang Kompas, angaran sebesar itu, kurang sebanding dengan perputaran ekonomi di Kabupaten Jember,” ujar Politisi PDI Perjuangan itu.
“Dalam tiga hari pelaksanaan JFC, perputaran ekonomi hanya sebesar Rp 85 miliar,” imbuhnya
Chandra mempertanyakan, JFC yang sudah mendunia, masih harus “Nyusu” pada APBD.
“Semoga JFC kedepan bisa mandiri dan lebih baik,” harapnya.
Banyak masukan dari pelaku kebudayaan di Kabupaten Jember, yang mengeluhkan dampak dari JFC, sehingga mengorbankan kegiatan kebudayaan lainnya, yang seharusnya mendapatkan perhatian.
“Seperti kegiatan Pegon Waton, yang malah tidak mendapatkan dukungan APBD,” ujarnya.
Saat di tanya mengenai adanya tiket yang di perjual belikan, Chandra menyebut, bahwa menurut Panitia JFC, dukungan APBD Kabupaten Jember masih belum cukup untuk pelaksanaan JFC.
“Sehingga masih ada upaya menjual tiket masuk, untuk menambah kekurangan anggaran. Namun, kami masih akan menyelidiki,” jar Chandra.
Karena JFC menggunakan anggaran dari APBD, maka Komisi B DPRD kabupaten Jember akan terus melakukan pengawasan.
“Agar penggunaan anggaran APBD Kabupaten Jember, sesuai dengan peruntukannya, DPRD Kabupaten Jember akan melakukan pengawasan,” tandasnya. (Slmt)





