20.4 C
East Java

Monev Persiapan Jember Marching Band Menuju MWBC di Malaysia, Komisi D DPRD Jember: Kurangnya Support Anggaran 

Jember, Jempolindo.id – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jember Dr H Edy Budi Susilo beserta Anggota DPRD Komisi D, Ketua KORMI Jember H.Tri Basuki, hadir dalam evaluasi dan monitoring persiapan Jember Marching Band ( JMB ) di GOR PKPSO Kaliwates Jember, pada Jum’at (11/07/2025).

Monev itu dilakukan sebelum berlaga dalam lomba Malaysia World Band Competition (MWBC) yang akan digelar pada 11-14 September 2025 di Alor Star, Kuala Lumpur, Malaysia.

Marching Band Jember akan mengikuti sejumlah kategori lomba, diantaranya Marching Iso Band, Concert Marching Art, Drumline Battle, dan Street Parade.

Untuk menghadapi ajang bergengsi itu, para atlet dilatih selama satu bulan penuh, hingga nanti pada tanggal 4 September 2025, siap diberangkatkan menuju Malaysia.

Total kontingen yang akan berangkat sebanyak 140 orang, terdiri dari 96 atlet, 20 pelatih dan ofisial, serta wali atlet. Seluruh atlet telah melewati proses seleksi ketat sejak Desember 2024.

“Karena ini evaluasi internal, ya kita sampaikan apa adanya, kalau baik ya kita baik, kalau kurang ya kita evaluasi,” ujarnya.

Edy mencontohkan, saat berlatih ditemukan penempatan bendera yang salah, atau ada peralatan yang jatuh.

“Mata awam gak akan melihat itu, tapi kami yang sudah terbiasa bisa melihatnya,” katanya.

Karenanya, Edy meminta kepada para pelatih untuk lebih mempersiapkan mental para atletnya.

“Salah satu penyebabnya adalah mental, ini baru dilihat beberapa orang sudah grogi, bayangkan kalau saat berlaga ditingkat Internasional,” ujarnya.

Perkembangan grup Drumband di Kabupaten Jember, kata Edy sudah mencapai 74 group. Karenanya Bupati Jember Muhammad Fawait menginginkan agar Jember menjadi kota Drumband.

“Ya, grup Drumband yang ada mulai tingkatan TK, SD, SMP, SMA dan umum sudah segitu banyak. Untuk itu kita akan tingkatkan latihannya,” kata Edy.

Wujudkan Jember Kota Drumband

Pelaksanaan even ditingkat lokal maupun internasional, menurut Edy juga merupakan upaya untuk memberikan ajang berlaga kepada para atlet.

“Karena percuma kita latih terus, kalau tidak kita berikan ajang berlaga,” katanya.

Dengan mewujudkan Jember Kota Drumband, kata Edy akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jember.

“Intinya, sukses prestasi sukses ekonomi,” tandasnya.

Perlu Pembenahan Musik dan Visual

Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Jember, Tri Basuki, menyampaikan latihan yang telah dilakukan, selain untuk menghadapi lomba tingkat Internasional, juga untuk persiapan Porprov 2026.

“Alhamdulillah, pembinaan sudah kita lakukan pada semua tingkatan, untuk menuju tuan rumah Porprov 2026,” katanya.

Tersisa 60 hari kedepan, sebelum keberangkatan menuju Malaysia, masih ada waktu untuk melakukan pembenahan.

“Kita akan benahi musik dan visual,” ujarnya.

Kurangnya Support Anggaran

Kegiatan Jember Marching Band, selama ini masih ditopang secara mandiri, karena masih sedikitnya alokasi APBD Kabupaten Jember.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jember Ahmad Rusdan mengatakan dukungan anggaran dari APBD Kabupaten Jember untuk kegiatan Drumband masih sangat kurang.

“Hanya sekitar 1,5 Miliar yang teralokasi untuk kegiatan olahraga, ini sangat kurang,” katanya.

Terlebih, Jember akan menjadi tuan rumah pada lomba Marching Band tingkat Internasional, pada tahun 2027.

“Untuk itu, kami akan mendorong agar pada tahun berikutnya, ada alokasi anggaran dari APBD yang mencukupi,” tegasnya. (Slmt)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img